TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus melakukan proses identifikasi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga hari keempat operasi pencarian, Selasa, 27 Januari 2026, sebanyak 46 kantong jenazah telah diterima di Pos DVI.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, dari puluhan kantong jenazah tersebut, 30 telah berhasil diidentifikasi. Pihaknya pun telah menyerahkan jenazah tersebut kepada keluarga.
“Pada sore hari ini kita berada di Pos DVI, di mana ini merupakan hari keempat pencarian korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua. Kami telah meng-update dengan Kabiddokkes Polda Jawa Barat, total ada 46 kantong jenazah yang kami terima sampai dengan hari ini. Alhamdulillah, dari 46 kantong jenazah tersebut, sekitar 30 jenazah telah berhasil kami identifikasi,” ujar Hendra di Posko DVI Desa Pasirlangu, Cisarua, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Hendra menjelaskan, terdapat penambahan jumlah kantong jenazah yang diterima sejak pembaruan data terakhir pada hari sebelumnya. Pada hari ketiga pencarian, Pos DVI mencatat 39 kantong jenazah.
“Update terakhir kemarin itu 39 kantong. Kemudian semalam ada tambahan satu sehingga menjadi 40. Lalu hari ini kembali ditemukan enam jenazah. Jadi total keseluruhan sampai hari ini ada 46 kantong jenazah,” jelas Hendra.
Terkait adanya korban dari unsur TNI, Hendra menyebut pihak DVI langsung menyerahkan proses layanan identifikasi kepada pihak yang berwenang sesuai ketentuan.
“Untuk pelayanan DVI ini, kami langsung serahkan kepada pihak yang menghubungi. Untuk konfirmasi apakah ada anggota TNI atau tidak, silakan rekan-rekan media mengonfirmasi langsung ke Dispen TNI,” beber Hendra.
Sementara itu, Hendra juga menjelaskan perubahan data jumlah laporan orang hilang yang semula tercatat 113 orang, kini menjadi 108 orang. Menurut Hendra, perubahan tersebut terjadi setelah dilakukan verifikasi dan pencocokan data di Pos Ante-mortem.
“Data awal tentu bersifat dinamis. Setelah kami lakukan konfirmasi dan pendalaman, ditemukan adanya laporan ganda atau duplikasi. Sehingga data yang fix dan dilaporkan kepada kami di Pos Ante-mortem berjumlah 108 orang,” ungkap Hendra.
Proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu pada hari keempat resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB. Berdasarkan data DVI Polda Jabar, masih ada sekitar 62 orang yang belum ditemukan.
