Basarnas Ungkap Kronologi Insiden Pesawat Smart Air Terjatuh di Kawasan Pantai Nabire

Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan jatuh di Nabire. (IST)
Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan jatuh di Nabire. (IST)
0 Komentar

KEPALA Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i mengungkapkan kronologi insiden Pesawat Smart Air tipe Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS yang terjatuh di kawasan pantai Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Syafi’i mengatakan insiden pertama kali terdeteksi usai sistem Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat aktif.

“Bahwa betul kira-kira jam 12.00, jadi ada distress yang diaktifkan dari salah satu pesawat ELT dan ini dimonitor oleh LUT kita yang ada di Badan SAR Nasional dan dari situ Basarnas Command Center mem-broadcast adanya kejadian itu,” kata Syafi’i usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Syafi’i mengatakan pesawat tersebut berangkat dari Nabire untuk menjalankan misi penerbangan. Namun, kata dia, di tengah perjalanan pilot mendeteksi kondisi tak normal sehingga memutuskan untuk kembali ke bandara.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

“Pesawat berangkat dari Nabire mau melaksanakan mission, karena ada kondisi yang tidak normal akhirnya memutuskan untuk return to base,” katanya.

Namun, dia mengatakan dalam proses kembali, pesawat mengalami penurunan daya mesin hingga akhirnya kehilangan tenaga. Kondisi tersebut kemudian memaksa pilot melakukan pendaratan darurat di perairan.

“Selama proses perjalanan kembali ke aerodrome ternyata terjadi semacam ada power yang drop jadi lost power, sehingga pesawat harus melaksanakan ditching di danau sebelum atau di air sebelum sampai di bandara,” ujarnya.

Syafi’i memastikan seluruh penumpang dan kru dalam kondisi selamat. Terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut, Syafi’i menyerahkannya kepada KNKT.

“Alhamdulillah seluruh korban bisa terselamatkan. Ada 13 penumpang, 13 orang, kru dan penumpang, dan kalau soal kenapa kejadian ini tentunya nanti pasti akan menjadi kegiatan dari KNKT,” tuturnya.

0 Komentar