“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,” ucap dia.
Selain kepada pedagang, Dia juga meminta maaf kepada masyarakat luas atas keresahan yang timbul akibat beredarnya video tersebut.
“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami,” ucap dia.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Viral video di sosial media seorang pedagang diintrogasi karena dituding menjual es kue jadul berbahan spons atau busa. Proses introgasi pun sempat direkam oleh warga dan diunggah ke salah satu akun Instagram.Ke depan, Dia berjanji lebih berhati-hati, mengedepankan prosedur, serta menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyampaikan informasi ke publik.
“Kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga,” tandas dia.
Sebelumnya, viral video di sosial media seorang pedagang diinterogasi karena dituding menjual es kue jadul berbahan spons atau busa. Proses interogasi pun sempat direkam oleh warga dan diunggah ke salah satu akun Instagram.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang anggota Polri dan TNI tengah memegang sebuah es kue jadul yang diduga terbuat dari spons. Mereka mengetes dengan cara membakar es kue.
Dari hasil pengecekan keduanya, mereka meyakini bahwa es kue jadul itu tidak terbuat dari puding, melainkan busa spons. Bahkan, pedagang yang tampak tua itu dipaksa memakan sendiri dagangannya.
Terkait hal ini, Polres Metro Jakarta Pusat pun langsung turun menindaklanjuti isu yang beredar. Hasilnya, dipastikan bahwa es kue jadul yang dijual itu aman untuk dikonsumsi.
