“Bagi partai saya dan saya sendiri, pandangan kami tentang hal ini [boikot] adalah bahwa ini adalah salah satu alat terakhir yang seharusnya [bisa] digunakan,” katanya.
Pemboikotan ajang Piala Dunia, kata Jensen, akan jadi makin relevan dan mungkin terjadi jika Trump memilih invasi militer sebagai jalan keluar pencaplokan Greenland.
“Kemungkinan besar akan terjadi [pemboikotan] jika berkembang jadi konflik nyata. Saya sangat berharap hal itu tidak akan terjadi,” tutur Jensen.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Tak hanya dari Denmark, politisi Jerman dari Partai Demokrat Kristen, Kanselir Friedrich Merz, bahkan menuturkan bahwa opsi pemboikotan bisa dilakukan tanpa adanya invasi langsung AS ke Greenland.
“Jika Trump menindaklanjuti pengumuman dan ancamannya mengenai Greenland dan mulai perang dagang dengan Uni Eropa, sulit bagi saya untuk membayangkan negara-negara Eropa berpartisipasi dalam Piala Dunia,” tutur Merz yang merupakan anggota majelis rendah parlemen federal Jerman, Bundestag, itu.
Menteri Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein, sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa keputusan Jerman ikut atau tidak dalam Piala Dunia 2026 akan diserahkan kepada asosiasi sepak bola Jerman, DFB.
“Keputusan tentang partisipasi atau boikot di acara olahraga besar sepenuhnya berada di tangan asosiasi olahraga yang berwenang, bukan politisi,” katanya kepada kantor berita AFP.
DFB sejauh ini belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal ini, namun momentum terjadinya pemboikotan juga makin meluas dengan adanya seruan dari para fans sepak bola di Eropa.
Salah satu fans sepak bola yang menyerukan pemboikotan adalah warga Belanda, Teun van de Keuken. Ia merupakan fans timnas Belanda yang memulai petisi agar asosiasi sepak bola negaranya, KNVB, memboikot Piala Dunia 2026.
“Ide boikot ini sekarang populer di kalangan penggemar sepak bola, seperti saya. Saya tidak akan menyukainya jika ini terjadi karena kita akan memiliki Piala Dunia—yang selalu jadi sorotan dan favorit saya. Tetapi saya pikir sekarang situasi politik lebih penting,” kata van de Keuken kepada DW.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Petisi yang dimulai oleh van de Keuken dilaporkan telah ditandatangani lebih dari 135.000 orang per Senin (26/1). Jumlahnya diprediksi akan terus bertambah.
