Timnas Eropa Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026 Terkait Greenland hingga Ancaman Tarif Impor, Benarkah?

TRIONDA Bola Resmi Piala Dunia 2026. (Instagram/adidasfootball)
TRIONDA Bola Resmi Piala Dunia 2026. (Instagram/adidasfootball)
0 Komentar

JELANG penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang tinggal beberapa bulan, timnas negara-negara Eropa berpotensi melakukan boikot atas perhelatan sepak bola 4 tahunan itu. Pangkal masalahnya adalah tingginya tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan negara Eropa terkait Greenland hingga ancaman tarif impor.

Piala Dunia 2026 kapan? Rencananya turnamen ini berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Jadwal piala dunia ini dilaksanakan di tiga negara yaitu AS, Kanada, dan Meksiko.

Menukil DW, para petinggi asosiasi sepak bola Eropa UEFA dilaporkan melakukan pertemuan khusus pada Senin (26/1/2026). Penentuan sikap UEFA terkait perkembangan polemik AS-Denmark disebut jadi salah satu agenda utamanya.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Meskipun tensi politik antara AS dan negara Eropa anggota NATO tampak mereda setelah Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada 29-23 Januari lalu, namun ketegangan masih dirasakan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa ia meninggalkan opsi invasi militer untuk mencaplok Greenland. Hal ini ia sebut dalam salah satu panel WEF. Namun, pernyataan Trump masih berbau ancaman.

“Kita mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan untuk menggunakan kekuatan dan paksaan yang berlebihan, di mana kami, terus terang, akan tak terhentikan,” katanya di Davos.

Ancaman Trump terkait pengenaan tarif juga sejauh ini masih berlaku. Meskipun telah terjalin kerangka kesepakatan antara dirinya dan NATO terkait Greenland, namun Trump tetap mengancam menerapkan tarif impor ke delapan negara jika kerangka kesepakatan itu tak berbuah perjanjian pada 1 Februari mendatang.

Kondisi tersebut membuat situasi antara Eropa dan AS masih tak menentu. Dan situasi tersebut kini mulai merembet ke olahraga, khususnya sepak bola.

Di tengah situasi yang serba tak menentu itu, seruan untuk melakukan boikot Piala Dunia 2026 mulai muncul di Eropa. Opsi ini kini mulai diperbincangkan oleh politisi, eksekutif otoritas sepak bola hingga para fans di Eropa.

Salah satu yang mengutarakan ide boikot ini adalah juru bicara Partai Sosial Demokrat Denmark, Mogens Jensen. Politikus Denmark itu menyatakan bahwa opsi boikot Piala Dunia 2026 merupakan satu dari banyak pilihan respons yang bisa diambil Eropa.

0 Komentar