Konvoi Kendaraan Wali Kota di Filipina Ditembak Granat Peluncur Roket

Detik-detik kelompok bersenjata menyerang konvoi Wali Kota Filipina terekam kamera, Minggu (25/1/2026). F(oto:
Detik-detik kelompok bersenjata menyerang konvoi Wali Kota Filipina terekam kamera, Minggu (25/1/2026). F(oto: SunStar Davao)
0 Komentar

KEPOLISIAN Nasional Filipina (Philippine National Police/PNP) memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas aksi penyerangan bersenjata terhadap seorang kepala daerah di Maguindanao del Sur yang terjadi pada Minggu (25/1/2026), setelah rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan salah satu pelaku menggunakan granat peluncur roket (rocket-propelled grenade/RPG) viral di media sosial.

Penjabat Kepala PNP, Letnan Jenderal Jose Melencio C. Nartatez Jr., mengatakan dirinya telah menugaskan Kepolisian Regional Wilayah Otonomi Bangsamoro (PRO-BAR) untuk membentuk satuan tugas khusus guna mengusut tuntas kasus tersebut. Mulai dari para pelaku di lapangan hingga otak di balik serangan.

“Kepolisian Regional Wilayah Otonomi Bangsamoro akan mengejar para pelaku dengan kekuatan penuh. Mereka yang berpikir bisa bersembunyi di balik penembak bayaran keliru. PNP akan memburu para dalang dan membongkar seluruh jaringan yang bertanggung jawab atas serangan ini,” kata Nartatez, dilansir Manila Bulletin.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Serangan terjadi ketika sekelompok kecil pria bersenjata menembakkan RPG ke arah kendaraan milik Wali Kota Shariff Aguak, Akmad Mitra Ampatuan, di Barangay Poblacion. Rekaman CCTV yang kemudian beredar luas memperlihatkan salah satu pelaku menodongkan senjata berat tersebut ke arah mobil target.

Dalam insiden itu, Ampatuan dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan. Namun dua pengawal keamanannya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Polisi menyatakan keempat pelaku tewas dalam baku tembak saat pengejaran di sepanjang jalan nasional. Para tersangka diketahui melarikan diri menggunakan sebuah minivan Suzuki putih bernomor polisi KAO-9462 dan ditemukan membawa senjata api berkaliber besar.

Selain membentuk satuan tugas khusus, Nartatez juga memerintahkan seluruh komandan polisi di Maguindanao del Sur dan wilayah sekitarnya untuk memperkuat operasi penertiban senjata api ilegal guna mencegah serangan serupa di masa depan.

Ia menegaskan PNP akan mengerahkan seluruh upaya untuk membongkar jaringan yang memasok senjata berat kepada kelompok bersenjata tersebut.

“Kepolisian Nasional Filipina menegaskan kembali sikap tegasnya terhadap kekerasan politik. Kami tidak akan menoleransi upaya intimidasi atau serangan terhadap pejabat publik, dan kami akan memastikan keadilan ditegakkan,” ujar Nartatez.

0 Komentar