Basarnas Ungkap Luas Area Longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda Capai 2.009 Meter

Foto udara kondisi lahan pertanian dan rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Ci
Foto udara kondisi lahan pertanian dan rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/01). (ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
0 Komentar

KEPALA Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan luas dan kompleksitas area longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mencapai 2.009 meter.

Syafii mengungkap, longsor Cisarua diakibatkan oleh keberadaan dua mahkota longsoran. Bahkan, berdasar hasil pengukuran teranyar diketahui salah satu mahkota memiliki panjang aliran material longsor hampir dua kilometer.

“Jarak pada saat diukur ternyata diketahui bahwa mahkota longsor awalnya diinformasikan titiknya sudah jelas. Ternyata pada saat cuaca bagus terbuka, ternyata ada dua mahkota,” kata Syafii saat ditemui di Posko SAR, Senin (26/1/2026).

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Material longsor, kata Syafii, semula mengalir mengikuti alur sungai yang memang telah ada. Akibat sedimentasi dan tekanan material, aliran tersebut terpecah di beberapa tikungan. Sehingga, arah longsoran melebar ke berbagai sisi.

“Kita hanya bisa menentukan bahwa panjang dari mahkota satu, mahkota yang sudah dikasih tanda dengan lidah dari longsoran ini mencapai dua ribu sembilan meter. Tapi tentunya itu bukan sesuatu yang akurat karena bisa ada yang melebar ke kiri ke kanan,” tutur Syafii.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, Syafii bilang lebar longsoran juga terbilang dinamis, titik lebar paling besar longsoran diperkirakan mencapai sekitar 140 meter.

Dia juga menyebut, luas area operasi pencarian dan pertolongan SAR mencapai dari 26 hektare. Luasnya area ini menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan buat melakukan pencarian korban.

“Kalau melihat kondisi kedalaman dan sebaran material, area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare,” kata Syafii.

Dari amatan citra sebelum dan pascabencana, kawasan permukiman yang terdampak dihuni sedikitnya 34 kepala keluarga. Struktur wilayah permukiman tersebut itu memperumit pencarian.

“Berdasarkan before after gambar, rumah-rumah warga ada di bawah jalan. Sementara jalan itu pun saat ini juga sudah hampir ketutup. Di situ sebenarnya situasi yang ada,” ujar Syafii.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Sebelumnya, Memasuki hari ketiga operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26/1/2026). Sampai saat ini, sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 80 korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor di sejumlah titik.

0 Komentar