Amerika Serikat Disebut Lakukan Ancaman Pembunuhan kepada Kabinet Venezuela Usai Culik Nicolas Maduro

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez
0 Komentar

Kemudian, Delcy mengungkap tiga tujuan utama dari respons pemerintahannya terhadap serangan AS, yakni “menjaga perdamaian… menyelamatkan sandera kita… dan untuk mempertahankan kekuasaan politik”.

Meskipun apa yang diungkap oleh Delcy tampak mengkhawatirkan dan menegangkan, namun sejumlah analis menilai bahwa pernyataan Delcy perlu direspons dengan skeptis. Sejarawan dan analis politik Margarita López Maya, yang merupakan pensiunan profesor Central University of Venezuela, mengungkapkan hal itu.

Menurut Maya, sulit untuk menilai apakah ancaman yang diceritakan Delcy Rodriguez benar adanya. Maya sendiri melihatnya sebagai upaya pemerintahan Delcy untuk menghindari tuduhan pengkhianatan.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

“Mungkin itu narasi yang dibangun [Delcy] Rodríguez sendiri untuk menjaga basis pendukungnya tetap bersatu, karena semua orang tahu bahwa penggulingan Maduro [oleh AS] hanya bisa terjadi dengan keterlibatan internal,” katanya.

Penilaian Maya tersebut tampak pada narasi yang dibangun Menteri Komunikasi Venezuela Freddy Ñáñez yang ada di pertemuan itu. Ñáñez menyatakan bahwa penyerahan minyak Venezuela ke AS memang rencana yang sudah dibuat oleh Maduro sebelumnya.

“Ini bukan konsesi, hadiah, atau kekalahan; menjual minyak ke AS selalu jadi rencana kami,” kata Ñáñez dalam pertemuan itu.

Secara eksplisit, Ñáñez menyampaikan pula bahwa Delcy Rodríguez perlu dibela dari “gosip, rumor, intrik, dan upaya untuk mendiskreditkannya”. Oleh Ñáñez, upaya mendiskreditkan Delcy itu dilakukan oleh “kaum puritan” akan menganggap pemerintahan Delcy Rodríguez telah “menyerahkan negara, revolusi, mengkhianati” Chavismo.

Chavismo merupakan retorika sosialis yang diusung oleh pendahulu Maduro, Hugo Chávez. Retorika anti-AS ini selama ini menjadi alat politik utama Maduro guna meraih suara publik dan mengonsolidasikan kekuatan politik Venezuela.

Selain pernyataan Ñáñez yang menyiratkan kepentingan rezim hari ini agar tak dituduh pengkhianat, Maya juga menjelaskan bahwa sejauh ini respons pemerintahan Delcy kepada AS selalu kontradiktif.

Selama ini, Delcy selalu membuat pernyataan mengutuk penculikan Maduro oleh AS, namun penjabat Presiden Venezuela itu tampak mengekor kehendak Washington. Bahkan, Delcy belum lama ini dipuji Presiden AS Donald Trump karena telah menuruti keinginan AS.

0 Komentar