Alex Pretti, Perawat ICU di Minneapolis VA Medical Center yang Tewas Ditembak Agen Imigrasi Federal

Alex Jeffrey Pretti ditembak mati oleh agen Patroli Perbatasan di Minneapolis hari ini. (X/@patriottakes)
Alex Jeffrey Pretti ditembak mati oleh agen Patroli Perbatasan di Minneapolis hari ini. (X/@patriottakes)
0 Komentar

ALEX Pretti, 37, pria yang tewas dalam insiden penembakan oleh agen imigrasi federal pada Sabtu lalu, dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama. Rekan kerja dan keluarga mengenangnya sebagai perawat yang penuh kasih, sangat kontras dengan klaim ancaman yang dikeluarkan otoritas federal.

Pretti telah bekerja sebagai perawat Unit Perawatan Intensif (ICU) di Minneapolis VA Medical Center selama kurang lebih lima tahun. Di sana, ia merawat para veteran Amerika Serikat yang sakit parah. Selain tugas klinisnya, Pretti juga terlibat dalam riset medis untuk mencegah kematian veteran akibat kanker usus besar.

Kesaksian Keluarga dan Rekan Kerja

Orangtua Alex, Michael dan Susan Pretti, mengungkapkan kepedihan mendalam atas kepergian putra mereka yang dianggap ingin memberikan dampak positif bagi dunia.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

“Alex adalah jiwa yang baik hati yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya, serta para veteran Amerika yang ia rawat sebagai perawat ICU. Alex ingin membuat perbedaan di dunia ini. Sayangnya, ia tidak akan bersama kami untuk melihat dampaknya,” ujar Michael dan Susan Pretti dalam sebuah pernyataan resmi.

Senada dengan keluarga, Dr. Dimitri Drekonja, Kepala Bagian Penyakit Menular di Minneapolis VA, menyebut Pretti sebagai “orang baik dan tulus yang hidup untuk membantu orang lain.” Tetangganya, Jeannie Wiener, juga menyatakan keterkejutannya dan menggambarkan Pretti sebagai pribadi yang sangat menyenangkan dan ramah.

Kontroversi Penembakan dan Izin Senjata

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan agen melepaskan tembakan untuk membela diri setelah Pretti memberikan perlawanan keras saat akan dilucuti senjatanya. Namun, analisis video oleh CNN menunjukkan seorang agen telah mengambil senjata tersebut sesaat sebelum penembakan terjadi.

Pihak Kepolisian Minneapolis mengonfirmasi Pretti adalah pemilik senjata yang sah dan memiliki izin resmi. Catatan pengadilan juga menunjukkan Pretti tidak memiliki rekam jejak kriminal di negara bagian tersebut, selain pelanggaran lalu lintas dan parkir ringan.

Keluarga Pretti secara tegas membantah tuduhan putra mereka adalah ancaman. Mereka meyakini bahwa saat kejadian, Alex justru berusaha melindungi seorang perempuan yang berada di dekat para agen.

0 Komentar