Keairan
Pola aliran sungai di daerah ini umumnya membentuk pola dendritik hingga sub-dendritik yang berkembang pada batuan vulkanik relatif homogen.
Sungai-sungai berukuran kecil hingga menengah mengalir mengikuti lembah-lembah curam dan berfungsi sebagai zona pelepasan lereng.
Kondisi hidrogeologi setempat ditandai oleh sistem air tanah dangkal dengan muka air tanah yang mudah naik saat curah hujan tinggi.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Infiltrasi air hujan yang intensif ke dalam lapisan tanah hasil pelapukan batuan vulkanik, menyebabkan peningkatan tekanan air pori yang signifikan.
Tata Guna Lahan
Tata guna lahan di sekitar lokasi kejadian didominasi oleh permukiman penduduk, lahan pertanian lahan kering, kebun campuran, serta sebagian kawasan terbuka.
Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum memadai, turut mempengaruhi kestabilan lereng dan memperbesar potensi terjadinya gerakan tanah.
Potensi Kerentanan Gerakan Tanah
Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), lokasi kejadian termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah dapat terjadi terutama pada lereng yang telah terganggu secara alami maupun oleh aktivitas manusia, khususnya pada saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama.
Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi struktural dan nonstruktural yang berkelanjutan.
Situasi dan Dampak Gerakan Tanah
Gerakan tanah yang terjadi menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat. Berdasarkan data terkini, total 114 jiwa dilaporkan terdampak, dengan rincian 21 orang selamat, 8 meninggal dunia, dan 82 orang masih dalam proses pencarian.
Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas.
Faktor Penyebab Gerakan Tanah
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Faktor pengontrol utama gerakan tanah di lokasi ini meliputi kondisi geologi berupa batuan gunung api tua yang telah mengalami pelapukan lanjut, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan struktur geologi berupa rekahan dan sesar.
Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng.
