PVMBG Paparkan Soal Bencana Gerakan Tanah Longsor di Cisarua

Peta Lokasi Gerakan Tanah di Cisarua
Peta Lokasi Gerakan Tanah di Cisarua
0 Komentar

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan penjelasan soal bencana gerakan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Berikut rincian penjelasan PVMBG, berdasarkan data BPBD dan analisis data sekunder/deskwork:

1. Lokasi & Waktu Kejadian

Peristiwa gerakan tanah terjadi di Kampung Pasirkuning, pada tanggal 24 Januari 2026 dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektar. Wilayah ini merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup intensif.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Wilayah terdampak meliputi RT 05 RW 11, RT 01 RW 11, serta RT 01 RW 10 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis, lokasi kejadian berada pada koordinat LS 6,796861° dan BT 107,539694°.

2. Kondisi Daerah Bencana

Morfologi

Morfologi daerah penelitian didominasi oleh bentang alam perbukitan vulkanik dengan ketinggian menengah hingga tinggi. Kemiringan lereng umumnya berkisar antara 8° – 40° dengan kelas lereng sedang hingga curam.

Pada beberapa bagian lereng, terutama di sekitar lembah dan punggungan bukit, dijumpai lereng sangat curam dengan kemiringan lebih dari 40°.

Genesis morfologi wilayah ini dikontrol oleh aktivitas gunung api purba yang menghasilkan endapan vulkanik tebal, kemudian mengalami proses pelapukan, erosi, dan denudasi intensif sehingga membentuk lereng-lereng tidak stabil.

Geologi

Secara geologi, daerah kejadian disusun oleh satuan batuan yang dapat disebandingkan dengan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu), sebagaimana tercantum dalam Peta Geologi Regional Lembar Bandung, Jawa Barat.

Satuan ini umumnya terdiri atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah mengalami pelapukan kuat.

Kondisi pelapukan lanjut menyebabkan penurunan kuat geser tanah dan batuan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap terjadinya gerakan tanah, terutama pada lereng dengan kemiringan sedang hingga curam.

Struktur Geologi dan Implikasinya

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Wilayah Kabupaten Bandung Barat secara regional dipengaruhi oleh sistem struktur geologi berupa sesar dan rekahan yang berarah dominan baratlaut–tenggara dan baratdaya–timurlaut, yang berkaitan dengan dinamika tektonik Cekungan Bandung dan aktivitas gunung api kuarter.

Keberadaan struktur geologi berupa zona rekahan dan sesar tersebut berimplikasi pada meningkatnya permeabilitas batuan, serta berkembangnya bidang-bidang lemah yang dapat berperan sebagai bidang gelincir gerakan tanah. Secara lokal, struktur ini mempercepat proses pelapukan dan infiltrasi air ke dalam lereng.

0 Komentar