Jeremy Huang Wijaya Bicara Soal Mayor Tan Tjien Kie Filantropis Enterpreneur Sosial 

Jeremy Huang WIjaya dan Istri (IST)
Jeremy Huang WIjaya dan Istri (IST)
0 Komentar

WILAYAH Cirebon dahulu dikenal sebagai penghasil gula terbaik dengan penyebaran lahan tebu di beberapa wilayah. Sejak jaman penjajahan Belanda banyak pabrik yang berdiri kokoh dan bangunannya ada hingga sekarang. Diantara pengusaha pabrik gula yang terkenal bernama Mayor Tan Tjien Kie dengan lahan pabrik ribuan hektar dan memiliki pabrik gula sendiri.

Di kalangan masyarakat Tionghoa nama Mayor Tan Tjien Kie pengusaha gula sangat dikenal lahir 25 Januari 1853 dan meninggal dunia di Cirebon 13 Februari 1919. “Dia mewarisi perusahaan gula warisan dari kakeknya, bernama Tan Kim Lin yang mendirikan pabrik gula di Luwinggajah tahun 1827, kemudian diwariskan kepada Tan Tian Keng ayahnya Mayor Tan Tjien Kie. Yang juga menjadi Kapten.

Mayor Tan Tjien Kie juga merupakan keturunan Oey Lwan imigran dari Tiongkok. Kakek Mayor Tan Tjin Kie adalah Tan Kim Lin, yang menjabat sebagai Kapitein der Chinezen (Kepala Suku Tionghoa) di Cirebon dari awal 1830-an hingga 1835, dan juga memiliki hubungan keluarga dengan Kapitein Tan Phan Long (kakek buyut) serta Tan Kong Djan (cicit dari Kapitein Tan Kong Djan).

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Tan Tjin Kie sendiri adalah cucu dari Kapitein Tan Kim Lin dan buyut dari Kapitein Tan Phan Long. Kakek Langsung: Tan Kim Lin (Kapitein der Chinezen). Kakek Buyut: Tan Phan Long (Kapitein der Chinezen).Keluarga Lain: Tan Kong Djan (cicit dari Kapitein Tan Kong Djan), yang juga merupakan bagian dari garis keturunan kepala suku Tionghoa Cirebon.

Pabrik gula berkembang maju ketika Mayor Tan Tjien Kie yang menjalankan dan mengendalikan perusahaan gula tersebut, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda diangkat menjadi seorang birokrat Tionghoa yang terkaya dan filantropis di Cirebon.

Kariernya melejit naik sejak diangkat menjabat Letnan Tituler pada 1884, lalu dia bergelar kapitein pada empat tahun berikutnya. Bisnis gula Mayor Tan Tjien Kie menguasai pasar gula hingga Asia dan Eropa. Gula Produk Mayor Tan Tjien Kie diekspor hingga Eropa dan Asia pada tahun 1875-1918,

Pemerintah Manchu menganugerahi gelar maharaja kelas II pada 1893, sedangkan Pemerintah Hindia Belanda memberinya penghargaan Bintang Emas untuk Pengabdian, Gouden Ster van Verdienste. Lalu, pangkat mayor titulernya disematkan pada 1913.

0 Komentar