TIM Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 7 jenazah korban pesawat ATR 42-500. Ke-7 jenazah tersebut, sebelumnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Diserahkan Basarnas untuk diidentifikasi pada Jumat (23/1/2026).
“Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14.40 WITA, tim DVI gabungan didukung tim DVI Biddokkes Polri, tim identifikasi Polda Sulsel, tim Departemen Forensik, dan tim Medical Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima 7 kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” papar Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris dalam konferensi pers di Aula Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/1/2026).
Ketujuh jenazah tersebut adalah Yoga Naufal Prakoso, beralamat di Duren Sawit, Jakarta Timur. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Kemudian Hariadi, beralamat di Karanganyar, Jawa Tengah teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis. Potongan body part yang ditemukan sebelumnya juga cocok dan dipastikan milik Hariadi.
“Ketiga Muhammad Farhan Gunawan, beralamat di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis,” imbuh Kombes Muhammad Haris.
Ke empat, Ferry Irawan, beralamat di Bekasi, Jawa Barat teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis. Kelima, Dwi Murdiono, beralamat di Bogor, Jawa Barat, teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
“Keenam, Restu Adi Pribadi, beralamat di Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis. Dan, ketujuh Andy Dahananto, beralamat di Tangerang, Banten. Teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis,” jelasnya.
Dengan demikian, 10 korban pesawat ATR 42-500 telah diidentifikasi. Sebelumnya, ada tiga jenazah yang sudah diketahui identitasnya, dan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Florencia Lolita Wibosono yang akrab disapa Olen, berprofesi sebagai pramugari. Korban kedua atas nama Deden Maulana, selaku pegawai KKP, dan ketiga Esther Aprilita Binary yang juga pramugari pesawat.
