Sementara itu untuk operasi penanganan darurat Jawa Tengah, dua unit pesawat Carravan dengan base operasi di Lanud Ahmad Yani Semarang.
Abdul menuturkan, operasi modifikasi cuaca di wilayah tersebut merupakan operasi pengeringan wilayah terdampak banjir dan longsor. Tujuannya untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana seperti perbaikan tanggul, pembersihan lingkungan, dan pembangunan hunian sementara.
Berdasarkan rilis BMKG, pada dasarian tiga bulan Januari 2026, hujan akan terjadi cukup merata di beberapa daerah di Indonesia. Wilayah yang diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori Menengah (50-150 mm per dasarian).
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Wilayah tersebut antara lain Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sementara itu, wilayah yang akan mengalami hujan kategori tinggi (150-300 mm per dasarian) antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Peringatan curah hujan dengan kategori sangat tinggi (lebih dari 300 mm per dasarian) antara lain di Maros, Sulawesi Selatan.
BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas dan juga peringatan dini cuaca ekstrem melalui sumber yang terpercaya.
“Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir hendaknya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman, menyiapkan tas siaga bencana, dan menentukan titik evakuasi keluarga,” ujar Abdul.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau tebing yang berisiko longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak
