MUSRENBANG, Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan agenda tahunan di mana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek.
Ketika prioritas telah tersusun, kemudian di usulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan melalui badan perencanaan (BAPPEDA) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran.
Forum tahunan yang mempertemukan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan (masyarakat, tokoh desa) untuk membahas, menyepakati, dan merumuskan prioritas program pembangunan daerah, mulai dari tingkat desa hingga nasional, yang didasarkan pada aspirasi publik dan kebutuhan nyata agar pembangunan lebih partisipatif dan tepat sasaran.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Tujuannya adalah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan melibatkan suara warga, menggeser pendekatan dari top-down ke bottom-up.
Wali Kota Salatiga Robby Hermawan berharap munculnya inventarisasi potensi di masing-masing wilayah kelurahan dan sebagainya, apa yang bisa dijual di bidang pariwisata ini. Seperti di Kecamatan Sidorejo yang memiliki destinasi wisata seperti “Sitalang” dan eduwisata dari UMKM seperti produksi tempe dan tahu. Adanya kolaborasi dari masing-masing elemen yang ada, tentunya bisa mengembangkan potensi Kota Salatiga agar rakyatnya semakin sejahtera, potensi wisatanya maju ekonomi, pertumbuhan ekonominya akan kita harapkan berkembang.
“Seperti saya sampaikan tadi bahwa dalam forum ini saya berharap ada muncul minimal inventarisasi potensi di masing-masing wilayah kelurahan dan sebagainya, apa yang bisa dijual di bidang pariwisata ini, banyak Sidorejo banyak. Jadi berpikirnya bukan hanya oh namanya wisata harus begini-begini, tapi apa? Potensi ini bisa kita kembangkan menjadi destinasi yang unik,” ungkapnya kepada delik, Jumat (23/1).
Menurut Robby, Salatiga sudah branding kotanya sejuk, penduduknya ramah, kulinernya juga enak dan murah. “Alamnya kita duduk di tepi sawah ditiup angin aja udah wisata kok, ya kan? Nah, potensi itu yang kita harus kembangkan. Nah, itu aja sebetulnya kita harapkan wisata itu tidak hanya wisata alam seperti itu, tapi wisata edukasi juga ada. Di sini banyak sentra-sentra produksi UMKM, misal tempe itu kan bisa jadi suatu hal yang menarik untuk eduwisata tentang tempe. Bagaimana proses tempe itu dibuat? Ada juga produksi tahu di sini bagaimana produksi tahu itu cukup jadi eduwisata,” paparnya.
