Ia juga berharap pada bulan Januari ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya meskipun dana tahun ini terbatas. “Bulan Januari ini saya berharap bahwa tahun ini harusnya lebih baik dari tahun sebelumnya, yang harus diupayakan meskipun dana di tahun 2026 ini sangat terbatas, tapi pasti kita memiliki semangat untuk beradaptasi persoalan-persoalan,” tuturnya.
Sementara, Walikota Salatiga Robby Hermawan menyampaikan bahwa beberapa poin penting dalam kegiatan Musrenbang 2026, “Transformasi fokus pembangunan. Musrenbang bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan usulan kelurahan dengan prioritas daerah tahun 2027. Fokus utama beralih dari sekadar pembangunan infrastruktur fisik menuju Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan,” paparnya, Jumat (23/1).
Ia menekankan soal pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menggali potensi lokal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Kluster potensi, menyoroti potensi spesifik seperti “Kluster Tempe” dan kerajinan batik agar kualitasnya dikurasi, mereknya diperkuat, dan jangkauan pasarnya diperluas (tidak hanya di warung, tapi naik kelas. Dibutuhkan sinergi kolaborasi antara pelaku usaha (RT/RW/Kader), perangkat daerah, dan dinas terkait untuk mengawal modal, produksi, hingga pemasaran,” imbuhnya
Poin berikutnya, Robby menambahkan pariwisata berbasis inovasi dan budaya. Pariwisata di Sidorejo tidak harus selalu mengandalkan objek alam besar, melainkan inovasi pengalaman.
“Memanfaatkan kekayaan seni budaya (seperti tarian lokal) sebagai daya tarik wisata yang memiliki nilai spiritual dan emosional. Mengembangkan wisata kuliner dengan konsep tradisional/alami (misal: penyajian makanan yang unik) untuk memberikan nilai tambah bagi wisatawan. Optimalisasi ruang publik seperti stadion dan area terbuka sebagai destinasi kegiatan masyarakat yang produktif,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan soal penanganan sampah terintegrasi (Zero Waste). Masalah sampah dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Beberapa cara pengelolaan sampah yang bisa dilakukan.
“Pilah dari sumber, kunci utamanya pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga. Pengolahan mandiri, sampah organik didorong untuk habis di lingkungan masing-masing (misal dengan metode biopori/maggot), sementara sampah anorganik (plastik/kertas) dikelola melalui Bank Sampah untuk menjadi sumber pendapatan. Teknologi Masa Depan: Pemerintah mengkaji teknologi pengolahan sampah yang dapat mengubah limbah menjadi bahan baku energi (RDF) untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelasnya.
