PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kapal-kapal militer AS saat ini sedang berlayar menuju perairan Iran.
Dalam pernyataan di Air Force One pada Kamis (22/1), Trump berujar armada perang Washington saat ini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
“Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka jika tidak terjadi apa pun. Tapi kami tetap mengawasi mereka dengan sangat cermat,” kata Trump usai kembali dari World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Kapal-kapal perang AS mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah sejak pekan lalu. Pergerakan ini terjadi menyusul ketegangan antara AS dan Iran imbas demo berdarah di Teheran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut klaim pemerintah Iran.
Trump telah mengancam akan mengintervensi, termasuk secara militer, jika Iran menyakiti para pedemo. Iran sementara itu menyatakan bakal meluncurkan serangan antisipasi apabila AS-Israel ikut campur.
Kendati demikian, tak lama setelah melontarkan ancaman, Trump mengatakan ada perkembangan baik dari Iran. Ia berujar Iran batal mengeksekusi lebih dari 800 tahanan setelah ia mengultimatum akan menyerang Teheran “lebih keras” dari sebelumnya.
“Saya berkata: ‘Jika kalian menggantung orang-orang itu, kalian akan diserang lebih keras dari yang pernah kalian alami’,” kata Trump.
“Satu jam sebelum hal mengerikan itu terjadi, mereka membatalkannya,” lanjutnya.
Para pejabat AS pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Seorang pejabat juga mengatakan sistem pertahanan udara tambahan saat ini juga tengah dipertimbangkan di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan yang berbeda, Trump mengatakan armada AS kemungkinan tidak perlu digunakan mengingat situasi di Iran yang sudah mulai terkendali. Namun, ia menegaskan Washington masih memantau ketat setiap perkembangan di Teheran, termasuk mengenai program nuklir Iran.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
“Jika mereka mencoba mengembangkannya lagi, mereka pasti melakukannya di daerah lain. Kami akan menyerang mereka di sana juga, semudah itu,” kata Trump.
