Pergeseran Paradigma : Apa yang Berbeda?
Terdapat pergeseran paradigma di era pemerintahan Jokowi, dapat dilihat dari beberapa aspek, sebagai berikut:
- Fokus Utama era Jokowi adalah investasi infrastruktur dan domestic, sedangkan era PrabowoSubianto berkenaan dengan Ketahanan Nasional dan Geopolitik
- Gaya Diplomasi era Jokowi : Low profile , focus pada hasil teknis, sedangkan era Prabowo Subianto: High profile dan aktif di forum dunia
- Isu Prioritas era Jokowi : Hilirisasi Industri , era Prabowo Subianto : Kedaulatan Pangan & Energi
- Pendekatan era Jokowi : Ekonomi sentris , sedang era Prabowo Subianto : IntegrasiPertahanan-Ekonomi
Kesimpulan dan Proyeksi
Politik luar negeri di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kecenderungan “Diplomasi Proaktif” Indonesia tidak lagi hanya menunggu bola dalam forum internasional, melainkanaktif membentuk narasi.
Proyeksi di Masa Depan
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
- Keanggotaan OECD dan BRICS : Indonesia kemungkinan akan mencoba menyeimbangkan diridengan mengejar keanggotaan OECD (Barat) sekaligus mempererat hubungan dengan BRICS(Blok Timur/Emerging).
- Mediasi Konflik : Dengan hubungan baik ke Moskow, Beijing, dan Washington, Indonesia memiliki potensi besar menjadi mediator dalam konflik global seperti Ukraina atau ketegangan di Laut Tiongkok Selatan.
Ketahanan Nasional : Setiap langkah luar negeri akan selalu dikaitkan dengan target domestik: swasembada pangan dan energi pada tahun 2028-2029.
Analisis ini disusun berdasarkan kronologi kunjungan resmi dan pernyataan publik pemerintah RI periodeOktober 2024 – Januari 2026.
Penulis: Kepala Kampus Politeknik LP3I Kampus Cirebon,Aris Armunanto, SE. Ak, MM
