Rekapitulasi Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto
Sejak menjabat, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan puluhan kunjungan ke berbagai negaraselama Oktober 2024 sd Januari 2026 , tujuannnya untuk memperkuat kemitraan strategis, menarikinvestasi, dan menegaskan posisi Indonesia dalam geopolitik global.
Berikut adalah rincian detail kunjungan utama beserta hasil-hasil konkret yang dicapai.
Rangkaian Lawatan Perdana (November 2024)
Kunjungan maraton ini disebut sebagai “Diplomasi Keliling Dunia” untuk memperkenalkan visi Indonesia di bawah kepemimpinan baru.
Detail Agenda dan Hasil Konkret Kunjungan :
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
- Tiongkok (RRT)Pertemuan dengan Xi Jinping: Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai US$ 10,07miliar di sektor manufaktur canggih, energi terbarukan, dan kesehatan. Selain itu, disepakatipendanaan untuk program Makan Bergizi Gratis melalui skema bantuan pembangunan.
- Amerika SerikatPertemuan dengan Joe Biden dan Donald Trump: Memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP/Comprehensive Strategy Partnership). Fokus pada kerja sama rantai pasok semikonduktor, mineral kritis, serta komitmen dukungan AS terhadap transisi energi bersih di Indonesia melalui skema JETP (Just Energy Transition Partnership).
- Peru (APEC)KTT APEC 2024: Penandatanganan Indonesia-Peru CEPA yang akan menghapus tarif bagi produkpertanian dan manufaktur Indonesia ke pasar Amerika Latin.
- asil (G20)KTT G20 Rio de Janeiro: Peluncuran Global Alliance Against Hunger and Poverty. Indonesiaberkomitmen menyumbang US$ 30 juta untuk WHO guna mendukung ketahanan kesehatanglobal, serta mempererat kerja sama perdagangan daging sapi dan kedelai.
- InggrisPertemuan dengan Raja Charles III & PM Keir Starmer: Mengamankan investasi US$ 8,5 miliar (Rp 135 triliun). Fokus pada transformasi pendidikan (pembukaan kampus luar negeri), sektorkesehatan, dan teknologi dekarbonisasi.
- Uni Emirat ArabPertemuan dengan MBZ: Kesepakatan investasi untuk proyek IKN (Ibu Kota Nusantara) danpengembangan pusat data raksasa berbasis energi bersih di Batam.
Kunjungan Strategis Sepanjang 2025
Tahun 2025 menjadi tahun penguatan kerja sama sektoral, terutama di bidang ketahanan pangan,pertahanan, dan energi alternatif.
- Turki (April 2025): Kesepakatan percepatan penyelesaian Indonesia-Turkiye Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA). Industri Pertahanan : Penguatan kerja sama transfer teknologi untuk pembuatan drone dan kendaraan taktis, serta investasi Turki di sektor tekstil kelas atas dan infrastruktur energi.
- Arab Saudi (Juli 2025): Investasi senilai Rp 437 triliun untuk pengembangan kilang minyak dan industri kimia. Layanan Haji : Kesepakatan penambahan kuota khusus dan digitalisasi sistem manajemen haji/umrah untuk jemaah Indonesia.
- Prancis (Juli 2025): Alutsista : Finalisasi teknis pengadaan jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene. Energi : Kerja sama pengembangan reaktor nuklir modular kecil (SMR) untuk kebutuhan energi industri masa depan.
- ASEAN (Mei & Oktober 2025): KTT Malaysia : Mendorong implementasi Five-Point Consensus untuk krisis Myanmar dan mempercepat integrasi sistem pembayaran QR antarnegara ASEAN.
- Pakistan (Desember 2025): Presiden Prabowo dianugerahi Nishan-e-Pakistan, penghargaan sipil tertinggi. Kerja Sama : Penandatanganan 7 kesepakatan di bidang kesehatan, pertanian, perdagangan, dan teknologi. Pakistan berkomitmen mengirim tenaga ahli (dokter/profesor) untuk mendukung pendidikan kedokteran di Indonesia.
- Rusia (Desember 2025): Pangan dan Energi : Kesepakatan impor gandum jangka panjang dengan harga kompetitif dan kerja sama pengembangan infrastruktur kereta api di Kalimantan.
