“Itu tempat yang keras. Itu tempat yang kami serang sangat keras (Juni lalu)… mengakhiri program nuklir,” kata Trump dalam wawancara dengan CNBC di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu.
Ia menyebut serangan itu dilakukan dengan pesawat pengebom siluman B-2. Trump menambahkan Iran seharusnya sudah memiliki senjata nuklir jika serangan tersebut tidak dilakukan.
“Mereka akan punya senjata nuklir sejak lama, bahkan mungkin sebulan setelah kami menyerang, seandainya kami tidak menghantam mereka. Dan kami menghantam mereka dengan keras, dengan B-2,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah AS kini akan memantau langkah Teheran selanjutnya.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Kami akan mencari tahu di mana posisi mereka sekarang dan apa yang akan mereka lakukan soal nuklir. Mereka tidak boleh melakukan nuklir. Satu hal yang selalu saya tekankan, mereka tidak boleh melakukan nuklir,” katanya.
