Syarat Khusus Putin untuk Sumbang Rp16 Triliun ke Board of Peace

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska. (FOTO via Instagram @russian_kremlin
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska. (FOTO via Instagram @russian_kremlin)
0 Komentar

Dewan Perdamaian yang diinisiasi Trump sendiri kini tengah jadi sorotan komunitas internasional. Dalam rancangan piagam yang beredar di media, visi-misi lembaga ini sama sekali tak menyebut Gaza maupun Palestina sebagai ruang lingkup operasinya.

Hal tersebut membuat banyak pihak menduga Dewan Perdamaian sebagai organisasi internasional yang dibuat Trump untuk menyaingi PBB. Terlebih, dalam bab pendahuluan rancangan piagam itu, disebut bahwa salah satu alasan dibuatnya Dewan Perdamaian adalah “keberanian untuk meninggalkan pendekatan dan institusi” perdamaian lain “yang terlalu sering gagal” seolah menunjuk pada PBB.

Selain tujuan utama Dewan Perdamaian yang dianggap abu-abu, lembaga ini juga disorot karena memberikan kewenangan yang besar kepada Donald Trump. Kewenangan itu mulai dari jadi keputusan tunggal ketika terjadi deadlock, masa jabatan yang tak spesifik, hingga kewenangan untuk mengundang negara lain sebagai anggota dan memecatnya kapan saja.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Sejumlah negara dilaporkan telah sepakat jadi negara anggota, termasuk Israel dan Indonesia. Seberapa banyak anggota permanen yang di dalamnya, belum diungkap ke publik.

0 Komentar