Dewan Perdamaian yang diinisiasi Trump sendiri kini tengah jadi sorotan komunitas internasional. Dalam rancangan piagam yang beredar di media, visi-misi lembaga ini sama sekali tak menyebut Gaza maupun Palestina sebagai ruang lingkup operasinya.
Hal tersebut membuat banyak pihak menduga Dewan Perdamaian sebagai organisasi internasional yang dibuat Trump untuk menyaingi PBB. Terlebih, dalam bab pendahuluan rancangan piagam itu, disebut bahwa salah satu alasan dibuatnya Dewan Perdamaian adalah “keberanian untuk meninggalkan pendekatan dan institusi” perdamaian lain “yang terlalu sering gagal” seolah menunjuk pada PBB.
Selain tujuan utama Dewan Perdamaian yang dianggap abu-abu, lembaga ini juga disorot karena memberikan kewenangan yang besar kepada Donald Trump. Kewenangan itu mulai dari jadi keputusan tunggal ketika terjadi deadlock, masa jabatan yang tak spesifik, hingga kewenangan untuk mengundang negara lain sebagai anggota dan memecatnya kapan saja.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Sejumlah negara dilaporkan telah sepakat jadi negara anggota, termasuk Israel dan Indonesia. Seberapa banyak anggota permanen yang di dalamnya, belum diungkap ke publik.
