Syarat Khusus Putin untuk Sumbang Rp16 Triliun ke Board of Peace

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska. (FOTO via Instagram @russian_kremlin
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska. (FOTO via Instagram @russian_kremlin)
0 Komentar

Meskipun belum memutuskan untuk ikut atau tidak jadi anggota Dewan Perdamaian Gaza, namun Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap menyumbang uang senilai USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun ke organisasi itu. Namun, Putin akan memberikannya dengan syarat khusus.

Sebelumnya, Dewan Perdamaian yang dibuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan akan mulai diresmikan pada Kamis (22/1/2026). Lembaga ini semula disebut sebagai lembaga pengawas pembangunan kembali Gaza pasca genosida Israel.

Dalam rancangan piagam Dewan Perdamaian yang beredar di media belakangan, lembaga ini memiliki anggota yang terdiri dari negara-negara di dunia. Keanggotaannya bersifat sementara yakni tiga tahun, kecuali mau menyumbang uang senilai Rp16 triliun.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Sumbangan senilai Rp16 triliun itu akan membuat negara tersebut menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian di bawah pimpinan Trump. Uangnya disebut akan dialokasikan untuk Gaza, meski beberapa negara masih skeptis dengan bagaimana dana itu akan dikelola.

Mengutip Russia Today (RT), Rusia kini belum memutuskan untuk ikut atau tidak jadi anggota Dewan Perdamaian. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pihaknya siap menyumbang 1 miliar dolar AS ke lembaga itu, terlepas apakah Rusia jadi anggota atau tidak.

“[Kami siap] sekarang juga, bahkan sebelum kami memutuskan apakah akan ambil bagian … dalam pekerjaan Dewan Perdamaian,” kata Putin pada Rabu (21/1).

Menurutnya, Moskow siap jadi penyumbang dalam upaya rekonstruksi Gaza karena “hubungan khusus dengan rakyat Palestina”. Ia juga menyatakan Rusia akan “terus mendukung segala upaya untuk memperkuat stabilitas internasional”.

Akan tetapi, Putin menyatakan bahwa sumbangan itu akan diberikan dengan syarat berasal dari aset Rusia di AS yang dibekukan. Diperkirakan, Rusia kini memiliki aset beku senilai USD5 miliar di AS.

Aset tersebut merupakan bagian dari sekitar USD300 miliar aset Rusia yang dibekukan AS dan Uni Eropa buntut perang Rusia vs Ukraina. Aset-aset ini terdiri dari investasi Rusia bidang sekuritas asing, deposito bank, dan rekening koresponden nostro di berbagai wilayah termasuk AS.

Putin menyebut, uang 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di AS bisa digunakan untuk menyumbang ke Dewan Perdamaian, sedangkan sisanya bisa digunakan AS untuk membangun ulang Ukraina pasca-perang.

0 Komentar