INDONESIA akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump. Sikap itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri melalui keterangannya pada Kamis (22/1/2025).
“Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung ke dalam Dewan Perdamaian,” tulis Kemenlu lewat keterangan di akun X.
Para Menteri mengumumkan keputusan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian secara bersama. Setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuan lain yang diperlukan di negara masing-masing.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Para Menteri, tulis Kemenlu, menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump. Mereka menegaskan kembali komitmen negara masing-masing untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.
Hal sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen.
Selain itu untuk mendukung rekonstruksi Gaza, dan memajukan perdamaian yang adil dan abadi yang berlandaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional.
“Sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut.”
Sementara itu banyak negara-negara di Uni Eropa khawatir dengan Dewan Perdamaian Gaza yang ke depan bakal menggantikan PBB. Demikian laporan Financial Times, Rabu (21/1).
Menurut laporan itu, mengutip sumber yang memahami masalah tersebut, banyak kalangan di Eropa khawatir bahwa inisiatif AS bermaksud menggeser peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai wahana mengakhiri konflik global.
Kekhawatiran negara-negara EU juga muncul karena undangan keanggotaan Dewan Perdamaian turut disampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, yang keanggotannya mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
