Presiden Prabowo Bawa Isu Satwa Endemik Indonesia Saat Bertemu Raja Charles III di Lancaster House London

Presiden Prabowo Subianto tampak berbincang dengan Raja Charles III sebelum menemui kelompok filantropi lingku
Presiden Prabowo Subianto tampak berbincang dengan Raja Charles III sebelum menemui kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). (Sekretariat Presiden)
0 Komentar

PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membawa isu pelestarian satwa endemik Indonesia ke panggung dunia melalui pertemuan diplomasi tingkat tinggi bersama Raja Charles III. Bertempat di Lancaster House, London, pada Rabu (21/1/2026) waktu setempat, kedua pemimpin membahas upaya penyelamatan Gajah Peusangan asal Aceh.

Berdasarkan informasi dari Sekretariat Presiden di Jakarta, kehadiran Kepala Negara dalam forum yang melibatkan para filantropi lingkungan ini menjadi penegasan atas komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama global di sektor konservasi lingkungan dan perlindungan satwa liar.

Prosesi Pertemuan di Lancaster House

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, serta Menteri Kesetaraan Inggris, Seema Malhotra. Sebelum memulai agenda utama, Presiden sempat menerima penghormatan dari jajar kehormatan di pintu masuk Lancaster House.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Pertemuan diawali dengan bincang singkat antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III di State Dining Room. Selanjutnya, kedua pemimpin mendengarkan pemaparan teknis mengenai Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang disampaikan oleh CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi.

Sebagai informasi, Gajah Peusangan merupakan sebutan bagi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang habitatnya berada di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Aceh.

Simbol Dukungan Politik Internasional

Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden turut didampingi oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Interaksi hangat terlihat saat kedua pemimpin menyapa para peserta filantropi di Grand Hall.

“Kehadiran kedua pemimpin menjadi simbol kuat dukungan politik dan moral terhadap upaya konservasi Gajah Peusangan serta penguatan kemitraan internasional di bidang pelestarian keanekaragaman hayati,” tulis keterangan resmi dari Sekretariat Presiden.

Misi Konservasi dan Pemberdayaan Lokal

Program konservasi Gajah Peusangan ini dirancang dengan tujuan utama menciptakan koridor satwa liar yang aman bagi Gajah Sumatera, sekaligus memitigasi potensi konflik antara manusia dan gajah. Melalui langkah ini, pemerintah berupaya melindungi habitat yang tersisa dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam proses rehabilitasi hutan.

0 Komentar