PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri World Economic Forum(WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1). Dalam forum ekonomi global tersebut, Presiden Prabowo akan menjadi pembicara dan menyampaikan paparan mengenai konsep ekonomi yang ia sebut sebagai Prabowonomics.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden Prabowo akan menguraikan gagasan-gagasan ekonomi yang telah dirumuskan dan diterapkan, baik sebelum menjabat sebagai presiden maupun selama masa pemerintahannya hingga saat ini.
“Intinya, Presiden akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, baik sebelum menjadi presiden maupun sejak menjabat hingga sekarang,” ujar Teddy saat menjawab pertanyaan wartawan di Bandara London Stansted, Inggris, Rabu (21/1) waktu setempat.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Selain memaparkan kerangka Prabowonomics, Presiden Prabowo juga akan menyampaikan capaian-capaian utama pemerintah selama satu tahun pertama masa kepemimpinannya. Menurut Teddy, konsep tersebut menjadi kerangka pemikiran ekonomi yang akan diperkenalkan kepada komunitas global melalui forum WEF.
WEF Davos 2026 dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 pimpinan perusahaan besar dunia. Forum tahunan ini mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha global, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dengan tema “A Spirit of Dialogue”.
Teddy juga menyebutkan, di sela-sela agenda WEF, Presiden Prabowo berpeluang melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara lain. “Tentunya ada pertemuan-pertemuan, nanti akan kami sampaikan setelah sampai di Davos,” katanya.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos menandai kembalinya kepala negara Indonesia ke forum tersebut setelah sekitar satu dekade. Presiden Indonesia terakhir yang hadir adalah Susilo Bambang Yudhoyono, yang berpidato pada 2011 dengan mengangkat isu ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Pada WEF tahun ini, Presiden Prabowo dijadwalkan hadir bersama CEO Danantara Rosan Roeslani serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
