Metode Sidik Jari Pastikan Identitas Korban Pesawat ATR 42-500: Jenazah Deden Maulana Pegawai KKP

Jenazah Deden Maulana, pegawai KKP, teridentifikasi sebagai korban pesawat ATR 42-500. (IST)
Jenazah Deden Maulana, pegawai KKP, teridentifikasi sebagai korban pesawat ATR 42-500. (IST)
0 Komentar

TIM Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Polri berhasil mengidentifikasi korban kedua dalam kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan. Setelah diserahkan kepada keluarga dini hari tadi, proses identifikasi kini berlanjut untuk korban ketiga yang masih dalam pemeriksaan intensif di Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulawesi Selatan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, dalam konferensi pers, Kamis (22/1) mengonfirmasi bahwa jenazah korban kedua telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga pada dini hari.

“Penerimaan jenazah kedua sudah dapat diidentifikasi, atas nama Deden Maulana, kelahiran Garut, warga Jalan Jati Raya 66H, Sofia, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tadi subuh sudah diserahkan jenazah kepada keluarganya, dan diterbangkan menggunakan pesawat citylink,” jelas Didik.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Saat ini, tim fokus pada identifikasi korban ketiga yang baru diterima dari tim pencari dan evakuasi (SAR), yang ternyata hanya bagian tubuh saja.

Kombes M. Haris, Kabid Dokkes Polda Sulsel, memaparkan hasil rinci identifikasi korban kedua tersebut. Proses ini dilakukan oleh Tim DVI gabungan yang melibatkan unsur Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Pusident (Pusat Identifikasi) Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Mediko-Legal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Jenasah dengan nomor PM62.B.02, cocok dengan antemortem nomor AM006, teridentifikasi sebagai Deden Maulana, laki-laki, umur 43 tahun,” ujar Haris.

Ia menjelaskan bahwa identifikasi dipastikan melalui kecocokan sidik jari dan ciri-ciri medis tertentu. Hingga hari ini, total dua korban dari dua kantong jenazah yang diterima telah berhasil diidentifikasi.

Brigjen Pol Mashudi, Kapusident Bareskrim Polri, menambahkan bahwa proses identifikasi Deden Maulana dilakukan dengan penuh tantangan akibat kondisi jenazah. Namun, tim berhasil memanfaatkan sisa jaringan kulit untuk pengambilan sidik jari.

“Berdasarkan keuletan dan kemampuan keilmuan anggota, kami berhasil melakukan identifikasi dengan memanfaatkan kulit sidik jari yang masih ada,” papar Mashudi.

Ia menegaskan keyakinan ilmiah tim atas kecocokan sidik jari postmortem dengan data antemortem yang dimiliki.

Identifikasi Korban Ketiga

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Untuk jenazah ketiga yang saat ini masih dalam pemeriksaan, Kombes Haris menyatakan tim akan bekerja maksimal. Metode identifikasi berjenjang akan diterapkan.

0 Komentar