SEBUAH serangan udara Israel menewaskan seorang jurnalis lepas AFP dan dua jurnalis lainnya di Gaza pada Rabu 21 Januari 2026. Hal ini dipastikan badan pertahanan sipil wilayah tersebut.
Sementara militer Israel berdalih bahwa mereka menyerang “tersangka” yang mengoperasikan drone.
Sejak 10 Oktober, gencatan senjata rapuh yang disponsori AS di Gaza, Palestina sebagian besar telah menghentikan pertempuran antara pasukan Israel dan Hamas, tetapi kedua pihak telah menuduh sering terjadi pelanggaran.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Dalam sebuah pernyataan, pertahanan sipil mengatakan tiga jurnalis tewas dalam serangan udara Israel di daerah Al-Zahra di barat daya Kota Gaza, menyebutkan nama-nama yang tewas sebagai Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim.
Shaat telah berkontribusi secara teratur kepada AFP sebagai jurnalis foto dan video, tetapi pada saat serangan itu terjadi, ia tidak sedang bertugas untuk agensi tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, AFP mengatakan pihaknya berduka atas kehilangan Shaat, yang akan dikenang sebagai “rekan kerja yang baik hati, dengan selera humor yang lembut, dan sebagai jurnalis yang sangat berdedikasi”.
“AFP menuntut penyelidikan penuh dan transparan atas kematiannya,” kata pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis 22 Januari 2026.
“Terlalu banyak jurnalis lokal yang tewas di Gaza selama dua tahun terakhir sementara jurnalis asing tetap tidak dapat memasuki wilayah tersebut dengan bebas,” pungkas kantor berita itu.
