Fakta Terbaru Insiden Bencana di Kawasan Tambang Emas Gunung Pongkor: 11 Penambang Ilegal Tewas

Tim SAR menyisir lubang galian tambang emas Gunung Pongkor dalam operasi pencarian tiga korban hilang yang akh
Tim SAR menyisir lubang galian tambang emas Gunung Pongkor dalam operasi pencarian tiga korban hilang yang akhirnya dihentikan karena hasil nihil. (Sumber Foto: Dok. SAR Jakarta)
0 Komentar

SIMPANG siur informasi terkait adanya korban jiwa dalam insiden bencana di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, akhirnya terjawab. Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan 11 orang penambang emas ilegal(gurandil) meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan saat meninjau posko pengaduan dan operasi penyelamatan di Kecamatan Nanggung, Kamis (22/1). Ia menegaskan, seluruh korban tewas berada di lubang tambang ilegal yang berada di luar wilayah operasional PT Aneka Tambang (Antam).

“Jumlah korban meninggal dunia ada 11 orang. Mereka bukan karyawan Antam, melainkan penambang tanpa izin yang beraktivitas di lubang non-area penambangan resmi,” ujar Rudi di Polsek Nanggung.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Sebagai bentuk empati, Polda Jabar turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban guna membantu kebutuhan sehari-hari. Kapolda menegaskan bahwa sejak awal kejadian, fokus utama aparat adalah evakuasi dan penyelamatan.

“Begitu mendapat laporan adanya bencana di sekitar Gunung Pongkor, langkah pertama kami adalah evakuasi. Kami melibatkan Polda Jabar, Polres Bogor, TNI, serta pemerintah daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, publik dihebohkan oleh video viral yang menyebutkan adanya ledakan di tambang emas Antam, bahkan menarasikan hingga 700 orang terjebak di dalam lubang tambang akibat kebocoran gas. Informasi tersebut kemudian dibantah oleh pihak berwenang.

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam, Nilus Rahmat, menegaskan bahwa tidak terjadi ledakan di area tambang. Asap yang muncul berasal dari terbakarnya kayu penyangga (stapling) di salah satu terowongan tambang.

Peristiwa teknis itu terjadi pada Selasa, 13 Januari 2025 sekitar pukul 00.30 WIB, di area tambang level 600 meter. Kebakaran kayu penyangga menyebabkan peningkatan konsentrasi karbon monoksida (CO) secara signifikan.

“Ambang aman CO bagi manusia adalah 25 ppm, sementara saat kejadian terukur mencapai sekitar 1.200 ppm, kondisi yang sangat berbahaya,” jelas pihak Antam.

Pemerintah daerah dan manajemen Antam juga menegaskan tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban, serta menepis klaim ratusan pekerja terjebak di dalam tambang.

0 Komentar