“Iya (sudah) tiga korban yang ditemukan. Berdasarkan informasi yang saya terima, lebih condong bahwa temuan tersebut berupa body part,” ujar Mohammad Syafii kepada awak media di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (21/1/2026).
Saat ini, lanjut Syafii, korban ketiga tersebut masih dalam proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan. Dia berharap evakuasi dapat dilakukan via jalur udara sebagaimana evakuasi yang dilakukan kepada korban yang pertama ditemukan.
“Saat ini sedang dalam proses evakuasi dan kita mengharapkan bisa menggeser temuan tersebut ke titik evakuasi yang sama seperti yang dilakukan tadi pagi, karena itu jalur yang paling cepat,” ucapnya.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Saat ditanya mengenai lokasi penemuan korban ketiga ini, Syafii menyebut bahwa korban ditemukan tak jauh dari sekotor 1 dan sektor 4 lokasi pencarian.
“Lokasinya tidak jauh dari sektor 1 dan sektor 4, dan kita juga melakukan upaya penyisiran di sektor 2 dan sektor 3,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, proses pencarian dan evakuasi dilakukan di medan yang sangat ekstrem, dengan kondisi lokasi berupa tebing dan jurang yang memiliki kedalaman lebih dari seribu meter.
“Hampir seluruh pelaksanaan operasi berada di area tebing dan jurang. Saat ini korban masih dalam proses evakuasi dan kami mengupayakan untuk menggeser ke titik evakuasi yang paling memungkinkan,” jelasnya.
Menurut Syafii, hingga hari kelima operasi pencarian, total tiga korban telah ditemukan. Dua korban sebelumnya telah berhasil dievakuasi, satu di antaranya telah diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui tim DVI, sementara satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (registrasi PK-THT) lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Januari 2026 membawa awak dan penumpang dalam misi pemantauan udara.
Saat dalam penerbangan dan memasuki wilayah Sulawesi Selatan, pesawat mulai keluar dari jalur pendekatan yang seharusnya ketika mendekati landasan Makassar. Kontak dengan pengendali lalu lintas udara kemudian hilang.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Radar dan radio menunjukkan kehilangan sinyal pada pesawat saat pendekatan, lalu hilang kontak sepenuhnya di area pegunungan. Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan dukungan udara dan darat, dan serpihan pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
