Diberitakan sebelumnya, Dody mengatakan black box tersebut ditemukan pada Rabu (21/1) pukul 11.00 Wita. Dia mengungkapkan black box tersebut sudah dilepas dari ekor pesawat.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita lepas dari dudukannya, dan proses turun menuju posko kita di Desa Tompobulu ini,” ungkapnya.
Tim khusus awalnya dikerahkan untuk menjangkau ekor Pesawat ATR 42-500 di tebing sedalam 131 meter. Black box yang dicari diyakini masih menempel di ekor pesawat tersebut.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Ada timsus kita yang mencari ekor pesawat sama black box,” kata Asrendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Abi Kusnianto di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/1).
Dia mengungkapkan tim SAR gabungan yang dikerahkan dibagi menjadi sembilan tim berdasarkan titik yang sudah dipetakan. Tim tersebut akan bermalam di lokasi selama tiga hari ke depan.
“Hari ini kami mengirimkan 9 tim, 9 tim itu untuk selama 3 hari, selama 3 hari dan bisa berlanjut apabila itu ada hal-hal yang berkembang,” sebutnya.
Dia mengakui medan di lokasi pencarian korban dan serpihan pesawat sangat terjal. Setiap personel SAR dibekali tali rappeling, webbing set untuk tim vertical rescue.
“Sasaran utama kita ini itu medan yang bisa dikatakan medan sangat berat, yang membutuhkan tali rappeling terpanjang sampai dengan 300-400 meter,” bebernya.
