Usai prosesi penyerahan, jenazah Deden Maulana selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju bandara untuk dipulangkan ke daerah asal, diiringi duka mendalam dari keluarga yang ditinggalkan.
Dua Korban Sudah Teridentifikasi
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa hingga saat ini tim DVI telah menangani dua jenazah korban kecelakaan pesawat tersebut. Satu jenazah lainnya telah lebih dahulu teridentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono dan diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke Jakarta.
“Rencana pukul 22.00 Wita akan diterbangkan menuju Jakarta menggunakan pesawat,” ujar Didik.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris menjelaskan bahwa proses identifikasi korban dilakukan dengan mengedepankan ketelitian dan kepastian hasil. Menurutnya, tim DVI menggunakan metode identifikasi primer seperti sidik jari dan profil gigi, serta metode sekunder berupa pencocokan data medis dan properti pribadi korban.
“Jika sidik jari dan profil gigi sulit diperoleh, maka dilakukan pemeriksaan DNA. Proses ini memang membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Haris.
Ia menambahkan, perbedaan kondisi fisik jenazah turut memengaruhi lamanya proses identifikasi. Medan ekstrem dan perbedaan kedalaman lokasi jatuhnya korban menjadi salah satu kendala dalam evakuasi dan pemeriksaan forensik.
“Kami tidak mengejar kecepatan, tetapi kepastian. Identitas korban harus benar-benar akurat sebelum diumumkan kepada publik,” tegasnya.
