Prabowo Sambangi London, Legislator Sebut Inggris Aktor Kunci Arsitektur Keamanan Internasional

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) di depan
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) di depan pintu Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). (Foto: Antara/Galih Pradipta)
0 Komentar

LANGKAH Presiden Prabowo Subianto menyambangi Inggris bukan sekadar perjalanan diplomatik biasa. Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat relevan dengan dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak.

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menyebut Inggris tetap menjadi aktor kunci dalam arsitektur keamanan internasional. Pengaruh London di NATO, Eropa, hingga jejaring intelijen global, menjadikannya mitra krusial bagi Indonesia.

“Kunjungan ini mencerminkan politik luar negeri Indonesia yang pragmatik, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujar Amelia di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Modernisasi Alutsista dan Keamanan Siber

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Salah satu poin krusial yang disorot adalah penguatan kerja sama pertahanan. Inggris dikenal memiliki kapabilitas unggul dalam pengembangan teknologi militer, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga sistem keamanan siber yang mumpuni.

Amelia menekankan bahwa Indonesia harus memanfaatkan kemitraan ini untuk transformasi postur pertahanan nasional. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas industri pertahanan dalam negeri agar mampu bersaing di kancah global.

Menjaga Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

Di tengah memanasnya isu Laut Cina Selatan, posisi Inggris di kawasan Indo-Pasifik tetap signifikan. Indonesia, melalui kunjungan Prabowo ini, dapat memosisikan diri sebagai mitra strategis yang kredibel sekaligus penyeimbang kekuatan di kawasan.

“Indonesia bisa melakukan pendalaman dialog strategis mengenai keamanan maritim dan stabilitas regional tanpa kehilangan prinsip politik luar negeri bebas aktif,” tambah Amelia.

Bukan Sekadar Simbolisme

Lebih lanjut, DPR mendorong agar diplomasi ini menyentuh aspek ekonomi dan teknologi strategis, mulai dari energi terbarukan hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Namun, Amelia mengingatkan agar kunjungan ini tidak berhenti pada seremonial atau simbolisme diplomatik semata. Diperlukan tindak lanjut yang konkret dan terukur.

“Harus ada hasil nyata yang berkontribusi pada penguatan kedaulatan, keamanan nasional, dan posisi strategis Indonesia di panggung global,” tegasnya.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Di tengah situasi dunia yang semakin terfragmentasi, jejaring strategis dengan negara-negara kunci seperti Inggris menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk tetap tegak di panggung internasional.

0 Komentar