Setelah itu, orang tua mengikuti sesi Child-Led Exploration, sebuah pengalaman belajar yang dipimpin oleh anak-anak. Dalam sesi ini, orang tua diajak untuk belajar mempercayai anak sebagai subjek pembelajaran, bukan sekadar objek pendampingan.
Class for Friends & Malam Kebersamaan
Sesi Class for Friends menjadi salah satu sorotan utama, di mana 9 peserta lintas usia berbagi ilmu dan pengalaman, mulai dari pembuatan board game keluarga, terapi pemaafan, public speaking anak, produksi lilin, hingga cerita menjalani Ramadhan di Inggris saat musim panas. Sesi ini menegaskan bahwa setiap orang adalah pembelajar sekaligus pengajar.
Malam hari ditutup dengan sesi BBQ ala Masterchef Keluarga. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok dan bersama-sama merancang menu, memilih chef utama, serta bekerja sebagai satu tim keluarga. Makan malam tidak lagi sekadar konsumsi, tetapi menjadi proyek kolaborasi keluarga yang penuh tawa dan kebersamaan. Kehangatan berlanjut dalam sesi api unggun, menutup malam kedua dengan cerita dan refleksi.
Hari Ketiga: Dipimpin Remaja, Belajar dari Alam
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Hari terakhir diisi dengan Teens-Led Exploration, sebuah jelajah alam yang sepenuhnya dirancang dan dipandu oleh para remaja. Mereka belajar menyusun proyek, menentukan peran sebagai project leader dan support system, serta memimpin seluruh peserta PERAK. Udara pagi Polobogo yang segar dan panorama alam yang indah menjadi ruang belajar alami yang memperkuat pengalaman tiga hari dua malam ini.
Testimoni dan Penutupan
Dalam sesi penutupan, berbagai testimoni mengalir dari peserta. Apri Kurniasih, peserta dari Lampung, menyampaikan bahwa PERAK menjadi momen penguat bonding dengan anak perempuannya.
“Saya kaget melihat anak saya menjadi jauh lebih percaya diri di sini,, saya baru pertama kali melihat anak saya tampil menyanyi” tuturnya.
Sementara itu, Pak Handi Suseno dari Gresik mengungkapkan kesannya,
“PERAK ini keren. Bekal makanan dari rumah saya utuh karena di sini kami dilayani dengan baik. Full makanan, Anak saya sampai lupa gadget.”
Pak Azis, salah satu peserta dari Semarang mengungkapkan bahwa , ” Perak adalah media tumbuh yang sehat bagi semua anak lintas usia, mereka menjadi memahami diri dan tentunya kami lebih memperhatikan untuk mempersiapkan Ramadhan”
