Upaya tersebut membuahkan hasil ketika tim SAR menemukan indikasi awal lokasi jatuhnya pesawat.
“Pukul 07.49 WITA ditemukan serpihan besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya,” katanya.
Sebelumnya, pada pukul 07.46 WITA, Dudy menyebut tim SAR juga mengidentifikasi serpihan berupa jendela pesawat yang menjadi penanda awal titik kecelakaan. Setelah temuan tersebut, Basarnas bersama TNI, Polri, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kemenhub, dan Airnav menggelar konferensi pers guna menyampaikan perkembangan pencarian kepada publik.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Pukul 10.05, konpers dilakukan di bawah koordinasi Basarnas, bersama TNI, Polri, KNKT, Kemenhub, Airnav,” sambungnya.
Kemudian, pada pukul 11.59 WITA, satu jenazah berjenis kelamin laki-laki ditemukan oleh tim SAR gabungan. Penemuan tersebut langsung dilanjutkan dengan proses evakuasi dari lokasi kejadian.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 18.30 WITA, Kementerian Perhubungan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait. Rapat ini dilakukan untuk memantau perkembangan serta evaluasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh Basarnas.
“Pada Senin 19 Januari 2026, seluruh pihak terkait dengan SAR melakukan koordinasi ulang di lokasi posko yang berada di ujung lokasi terdekat daripada tempat kejadian, yaitu di Kecamatan Baloci, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan,” ucap Dudy.
Dudy mengungkapkan, proses pencarian dan evakuasi tidak berjalan mudah karena dihadapkan pada kondisi alam yang kurang bersahabat. Cuaca buruk dan medan yang sulit menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat.
“Pada saat kunjungan dilakukan hari Senin kemarin bahwa terlihat memang kondisi cuaca di lokasi cukup tebal awannya. Jadi dari pagi hingga sore cuacanya hujan, dan itu sangat menyulitkan bagi tim penyelamat atau rescuer untuk melaksanakan pekerjaannya,” ujarnya.
“Medan yang kami lihat cukup terjal, dengan kemiringan kurang lebih hampir sampai 70-80 derajat, dengan kondisi licin dan hujan. Sehingga menyulitkan,” tambahnya.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Dudy mengatakan saat ini pihak Basarnas telah menyiapkan lokasi khusus di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin sebagai tempat pengumpulan seluruh bagian pesawat yang berhasil ditemukan di lokasi kecelakaan. Seluruh puing yang dievakuasi akan dikonsolidasikan di area tersebut untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
