Korban Insiden Pesawat ATR 42-500 Kedua: Nametag Utuh Terbaca 'Florencia' Mantan Pramugari Lion Air

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban kedua pesawat ATR 42-500 jatuh dari puncak Gunung Bulusa
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban kedua pesawat ATR 42-500 jatuh dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas)
0 Komentar

HINGGA hari ke empat sejak jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, petugas gabungan baru menemukan dua korban.

Selain itu, petugas juga telah mengumpulkan sejumlah serpihan badan pesawat dengan rute penerbangan Yogyakarta-Makassar tersebut. Sedangkan untuk korban tewas, yakni satu orang berjenis kelamin laki-laki ditemukan, Minggu (18/1/2026) dan seorang lagi, perempuan ditemukan, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan pengakuan Tim SAR yang ikut dalam pencarian korban pesawat di puncak Gunung Bulusaraung menjelaskan korban kedua ditemukan di tepi lereng gunung dalam kondisi tersangkut di dahan pohon.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Petugas mengevakuasi korban menggunakan peralatan lengkap, karena lereng tebing sangat curam. Dari kejauhan, jasad korban terlihat dalam posisi tengkurap dan tersangkut di pohon.

Setelah berhasil dibawa ke atas, barulah diketahui, korban merupakan seorang pramugari dengan sebuah nametag bernama Florencia Lolita Wibisono (32).

“Nametag-nya masih utuh dan bisa terbaca. Yakni, Florencia,” ujar Anggota Tim Arai Sulsel, Saipul.

Saipul merupakan orang yang pertama kali menemukan lokasi korban. Proses evakuasi pun dilakukan dengan cara yang sangat menantang, ditambah lagi dengan kondisi cuaca berkabut dan medan yang licin.

“Ditemukan sekitar jam dua siang. Posisinya sekitar 100 meter sebelum titik kepala pesawat,” jelasnya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam hitam ATR 42-500, celana jeans serta sepatu kets hitam.

Florencia Lolita Wibisono merupakan satu dari dua pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Salah satu keluarga korban bernama Ramos menceritakan, Florencia atau akrab disapa Ollen merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Sebelum bertugas di ATR 42-500, Ollen bekerja sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

“Dia baru sekitar tiga bulan bekerja di pesawat ATR 42-500. Kalau di Lion Air kurang lebih 14 tahun,” katanya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat ini ditumpangi 10 orang di antaranya tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Ketiganya diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Masing-masing Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan analis kapal pengawas.

0 Komentar