“Jadi, kita serius kita menangani ini. Kalau boleh jangan lagi lah ada kejadian yang sama terjadi, memang kalau kita melihat ya dari sisi teknis tentu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan, kenapa pesawat ini berbelok ke arah situ, sebenarnya bukan jalurnya itu, itu informasi awal yang kita terima, harusnya posisinya tidak ke sana harusnya ya,” tukasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menjelaskan kronologi pesawat ATR 42-500 PK-THT yang dinyatakan hilang kontak. Pesawat ATR 42-500 buatan 2000 dengan nomor seri 611 tersebut hilang kontak saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Kepala Bagian Humas Dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menerangkan bahwa pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact),” ujar Endah dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, ujar Endah, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. AirNav Indonesia Cabang MATSC kemudian segera melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat dan Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.
Ditambahkan Endah, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar sendiri telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi. Target pencarian di Pegunungan Kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, kabupaten Maros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi.
