Hari ke-4 Operasi SAR Insiden Pesawat ATR 42-500, Basarnas Paparkan Tantangan Evakuasi Korban

Diduga serpihan badan Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di puncak Bukit Bu
Diduga serpihan badan Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di puncak Bukit Bulusarung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian yang dilakukan Basarnas, Minggu (18/1/2026). (Basarnas)
0 Komentar

OPERASI pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) operation terhadap korban insiden pesawat ATR 42-500 telah memasuki hari keempat.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI M. Syafi’i, memaparkan sejumlah tantangan dalam operasi ini. Dia mengatakan tantangan utama yang dihadapi tim SAR gabungan bukan hanya keterbatasan akses, tetapi juga kondisi cuaca dan medan ekstrem yang menyulitkan proses evakuasi.

Syafi’i menyampaikan bahwa dua korban telah ditemukan, namun proses evakuasi belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi alam yang tidak bersahabat. Medan terjal di kawasan Gunung Bulusaraung, serta cuaca yang cepat berubah menjadi faktor krusial yang mempengaruhi jalannya operasi.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

“Hari ini kita hari keempat melaksanakan operasi SAR. Dua korban yang sudah ditemukan sekarang dalam proses evakuasi memang karena kondisi medan dan juga cuaca. Permasalahannya di dua itu,” kata Syafi’i saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Lebih lanjut, Syafi’i mengatakan saat dalam situasi evakuasi udara tidak memungkinkan, tim SAR memilih strategi alternatif. Upaya itu dengan memindahkan korban ke titik yang lebih aman dan memungkinkan untuk dijangkau. Langkah tersebut diambil sembari menunggu kondisi cuaca membaik agar proses evakuasi lanjutan dapat dilakukan.

“Namun dengan jumlah personel yang ada, kita berupaya pada saat pesawat tidak bisa evakuasi kita akan berupaya tetap untuk merapatkan korban ini ke punggung (ridge) dari pada puncak Gunung Bulusaraung,” ujar Syafi’i.

Untuk mendukung upaya pencarian, Basarnas mengerahkan sejumlah armada udara, termasuk pesawat dan helikopter. Bahkan, modifikasi cuaca turut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki kondisi lapangan.

“Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter, sekarang kita modifikasi cuaca, mudah-mudahan cuaca membaik,” terang dia.

Tak tutup peluang ada korban selamat

Meski hingga kini belum ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat, Syafi’i belum sepenuhnya menutup harapan. Pengalaman kecelakaan serupa di masa lalu menjadi pengingat, kemungkinan di luar dugaan tetap ada, meski peluang itu sangat kecil.

0 Komentar