Evakuasi Korban Pertama Insiden Pesawat ATR 42-500 Menegangkan

Proses evakuasi korban pertama pesawat ATR 42-500 yang ditemukan ditemukan di lereng puncak gunung Bulusaraung
Proses evakuasi korban pertama pesawat ATR 42-500 yang ditemukan ditemukan di lereng puncak gunung Bulusaraung, Minggu 18 Januari 2026 pukul 13.43 Wita di kedalaman sekitar 250 meter. Korban dievakuasi dari lereng puncak gunung Bulusaraung menuju Kampung Baru, Kabupaten Maros, Selasa (20/1/2026). (Basarnas)
0 Komentar

“Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah,” katanya.

Pada Senin (19/01) siang, kata Rusmadi, tim pertama melakukan estafet penyerahan jenazah kepada tim lain karena kondisi fisik dan keselamatan personel sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan evakuasi.

“Keselamatan tim tetap menjadi prioritas, sehingga proses evakuasi dilanjutkan oleh tim berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Tim kedua yang melanjutkan evakuasi jenazah menuju area persawahan Desa Lampeso dengan waktu tempuh 20 jam perjalanan hingga Selasa (20/01).

Lalu jenazah kembali diserahkan ke tim ketiga di Desa Lampeso untuk menuju ke kampung selanjutnya melalui jalan setapak sekitar 15 kilometer dengan melewati medan terjal.

Rusmadi menyebut tim kembali berjalan kaki sejauh kurang lebih 5km untuk mencapai jalan poros Kecamatan Cenrana. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk diserahkan ke pihak DVI.

0 Komentar