TIM SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).
Selain korban, tim juga memastikan lokasi mesin pesawat setelah penyisiran di sekitar area serpihan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tidak jauh dari serpihan pesawat.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).
Dalam operasi yang berlangsung sejak pagi, tim SAR menghadapi hujan lebat dan kabut tebal di puncak Gunung Bulusaraung. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang dan mempengaruhi pergerakan tim.
“Termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” kata Arif.
Selain evakuasi korban, SRU 3 melaporkan penemuan sejumlah bagian pesawat, termasuk rangka, kursi, serta lokasi mesin pesawat berdasarkan hasil pengamatan visual di lapangan.
Penemuan mesin tersebut memperkuat pemetaan area utama jatuhnya pesawat dan menjadi dasar penyesuaian sektor pencarian berikutnya.
Operasi SAR dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, SRU 3 bertahan di puncak dan bergerak ke titik dua, sementara SRU 4 yang tidak menemukan jalur aman diarahkan kembali ke posko induk.
Tim logistik juga dikerahkan untuk mendistribusikan peralatan dan perlengkapan evakuasi ke area puncak.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar,” pungkas Arif.
Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya. Hingga kini masih terus berlanjut untuk pencarian korban lain dan pengamanan lokasi temuan.
