Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta-Makassar yang Hilang Hontak di Maros Curi Perhatian Media Asing

Pesawat Indonesia Air Transport. (Foto: PT Indonesia Air Transport)
Pesawat Indonesia Air Transport. (Foto: PT Indonesia Air Transport)
0 Komentar

People juga mengutip pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono yang mengatakan tiga penumpang pesawat merupakan pegawai kementeriannya yang sedang dalam misi pengawasan untuk mendukung operasi pengelolaan perikanan Indonesia.

Media asing Straits Times asal Singapura juga menyoroti insiden serupa. Media ini menyebut Indonesia memiliki catatan keselamatan penerbangan yang buruk, dengan beberapa kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir.

Strait Times dalam artikel bertajuk ‘Search for Indonesia plane missing with 11 people on board’ menyebutkan sejumlah kecelakaan pesawat yang terjadi di Indonesia. Salah satunya kecelakaan helikopter BK-117 D3 yang jatuh di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada September lalu.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

“Kurang dari dua minggu kemudian, empat orang tewas ketika helikopter lain jatuh di daerah terpencil Ilaga, Papua,” tulis laporan Strait Times.

Pesawat jenis ATR 42-500 tujuan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). Pesawat itu seharusnya mendarat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel.

Pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport itu diperkirakan hilang kontak sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sabtu siang ini sekitar pukul 13.17 WITA.

Basarnas Makassar menyebut Pesawat ATR 42-500 membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Jumlah itu diralat dari sebelumnya sebanyak 11 orang terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan tiga penumpang yang ikut terbang dalam Pesawat udara jenis ATR 42-500 merupakan pegawai kementeriannya.

0 Komentar