TIM SAR gabungan dari TNI dan Basarnas kini memusatkan pencarian di kawasan pegunungan Kars, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Langkah itu menyusul laporan masyarakat yang melihat kepulan asap dan mendengar suara ledakan.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan menuju lokasi setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya kepulan asap di daerah pegunungan terjal tersebut.
“Mudah-mudahan ini lokasi jatuhnya, sesuai dengan laporan warga yang sebelumnya mendengar suara ledakan,” ujarnya.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Dia menjelaskan bahwa Kodam telah menyiapkan lima Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk operasi pencarian dan evakuasi. Selain itu, telah dilakukan koordinasi dengan Pangkostrad untuk mengerahkan satu SSK tambahan.
“Tim pascabencana yang semula 30 orang juga telah ditambah menjadi sekitar 60 personel,” tambahnya.
Sebelumnya, Basarnas telah memfokuskan pencarian di sekitar Leang-leang berdasarkan data koordinat terakhir pesawat. Pesawat ATR 400 berpenumpang 11 orang dengan rute Yogyakarta-Makassar tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.17 Wita.
Dari data yang dihimpun Basarnas, posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di sekitar Leang-leang, Kabupaten Maros, dengan koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bergerak menuju lokasi terpantau asap untuk memastikan kondisi pesawat dan mengevakuasi korban. Cuaca dan medan pegunungan yang terjal diperkirakan akan menjadi tantangan utama dalam operasi ini.
