Profil Human Rights Activists News Agency
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia atau Human Rights Activists News Agency (HRANA) menjadi sumber yang paling sering dikutip oleh media-media internasional untuk mengetahui jumlah korban dalam demo Iran.
Menurut situs webnya, kantor berita yang berbasis di AS itu berafiliasi dengan Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran yang dikenal sebagai HRAI dan HRA.
HRANA menyatakan HRAI dibentuk pada 2005. Namun, mereka tidak merinci siapa yang mendirikan organisasi tersebut.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Kelompok ini menyampaikan sekelompok kecil aktivis Iran berkumpul pada Februari 2006 untuk mengorganisir protes terhadap pelanggaran HAM di Republik Islam tersebut.
“Upaya itu menjadi dasar bagi visi yang lebih besar yang pada akhirnya mengarah pada pembentukan organisasi Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran,” demikian pernyataan di situs web tersebut.
Pada Maret 2010, HRANA secara resmi terdaftar di Iran, beralih dari organisasi semi-rahasia menjadi organisasi yang beroperasi secara terbuka di Iran.
Selama periode itu, HRANA mengungkapkan nama-nama pemimpinnya secara publik. Pengungkapan itu dilakukan supaya pemerintah Iran tak lagi curiga seperti di masa lalu.
Kendati demikian, mereka tetap mengalami intimidasi dan represi. Oleh karena itu, HRANA membangun markas di Amerika Serikat dan mendaftarkan diri sebagai organisasi nirlaba.
HRANA mengaku “mendapat dukungan finansial yang sesuai” di sana.
Al Jazeera mencoba menghubungi HRANA untuk meminta penjelasan soal sumber pendanaan mereka. Namun, juru bicara kelompok itu menolak dengan alasan keamanan.
Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa mereka memperoleh data soal Iran dari sumber primer yang enggan disebutkan identitasnya.
Data Human Rights Activists News Agency dan pemerintah Iran Beda
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Saat Iran berperang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu, HRANA melaporkan 1.190 orang tewas dan 4.475 orang luka-luka dalam konflik itu. Para korban termasuk warga sipil dan militer.
Organisasi itu juga melaporkan 1.596 orang ditangkap pasukan keamanan Iran selama perang.
Laporan-laporan HRANA ini bertentangan dengan data pemerintah Iran. Menurut Kementerian Kesehatan Iran, 610 orang tewas dalam perang dan 4.746 orang terluka.
Pada September 2022, HRANA juga melaporkan korban tewas dan luka dalam demo besar Iran pasca kematian Mahsa Amini, perempuan 22 tahun yang tewas di tahanan setelah ditangkap karena dinilai berpakaian tak sesuai syariat Islam.
