Simak Fakta Insiden Pesawat Hilang Kontak: Pengertian hingga Prosedur Darurat

Pesawat PK-THT milik Indonesia Air Transport. (IST)
Pesawat PK-THT milik Indonesia Air Transport. (IST)
0 Komentar

Faktor Geografis dan Cuaca

Saat pesawat terbang di daerah terpencil atau melintasi pegunungan tinggi, sinyal radio bisa terhalang oleh topografi bumi (blank spot). Cuaca ekstrem seperti badai petir yang hebat juga dapat mengganggu transmisi gelombang radio.

Kesalahan Manusia (Human Error)

Pilot mungkin salah memasukkan frekuensi radio atau secara tidak sengaja mematikan volume radio. Selain itu, beban kerja yang terlalu tinggi di kokpit (high workload) dalam situasi darurat terkadang membuat komunikasi menjadi prioritas kedua setelah upaya mengendalikan pesawat.

Protokol Pilot: Menggunakan Kode Squawk 7600

Dunia penerbangan telah mengantisipasi kondisi hilang kontak dengan prosedur standar. Jika radio rusak namun sistem kelistrikan masih berfungsi, pilot akan mengubah kode transponder mereka menjadi 7600.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Ketika kode 7600 muncul di layar radar ATC, petugas akan langsung tahu bahwa pesawat tersebut mengalami masalah komunikasi (Radio Failure). Dalam kondisi ini, pilot akan tetap terbang sesuai rencana penerbangan yang terakhir disetujui dan mendarat di bandara tujuan dengan memperhatikan sinyal lampu dari menara pengawas jika sudah dekat.

Tahapan Darurat Otoritas Penerbangan

Saat sebuah pesawat tidak merespons panggilan radio dalam waktu tertentu, ATC akan mengaktifkan tiga fase darurat sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization):

  • INCERFA (Uncertainty Phase): Fase ketidakpastian. Dilakukan saat komunikasi hilang lebih dari 30 menit atau pesawat tidak tiba tepat waktu. Otoritas mulai mengumpulkan informasi.
  • ALERFA (Alert Phase): Fase siaga. Diaktifkan jika upaya komunikasi tetap gagal dan muncul kekhawatiran terhadap keselamatan pesawat. Semua unit penyelamat mulai bersiaga.
  • DETRESFA (Distress Phase): Fase bahaya. Tahap ini diambil jika ada indikasi kuat pesawat mengalami kecelakaan atau kehabisan bahan bakar. Operasi Search and Rescue (SAR) secara resmi diluncurkan.

Teknologi Pelacakan Modern

Kini, risiko hilang kontak terus diminimalisir dengan teknologi ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast). Berbeda dengan radar konvensional, ADS-B menggunakan satelit GPS untuk mengirimkan posisi pesawat secara real-time ke stasiun di bumi dan pesawat lain di sekitarnya. Hal ini memungkinkan pelacakan yang jauh lebih akurat bahkan di wilayah samudra yang tidak terjangkau radar biasa.

0 Komentar