SEJAK tiga bulan menjabat pada September 2025, perencanaan pembangunan menjadi perhatian serius Camat Sidorejo, Kota Salatiga.
Ia memimpin berbagai kegiatan perencanaan pembangunan (Musrenbang) di wilayah Kecamatan Sidorejo untuk memastikan aspirasi warga dan pembangunan tingkat kelurahan terakomodasi dalam perencanaan tahunan.
Diketahui, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Sidorejo Lor digelar di Aula Kelurahan Sidorejo Lor, Kamis 15 Januari 2026 pukul 08.30 WIB.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Pertemuan yang dihadiri oleh ketua-ketua RW, perwakilan UMKM, Kepala UPTD Kota Salatiga, dan empat anggota DPRD ini membahas sejumlah isu strategis, terutama menyangkut revitalisasi pasar tradisional dan regulasi penertiban infrastruktur kabel optik.
Pada kesempatan ini selaku Kepala Kelurahan Sidorejo Lor Salatiga, Giovanni Raissa Is mengatakan bahwa dengan adanya Musrenbang ini maka semua pihak terkait dapat menyusun kembali skala prioritas pembangunan di tahun 2026 dan tahun mendatang.
Senada Camat Sulistyono menyampaikan bahwa dengan Musrenbang ini menjadi forum aspirasi masyarakat untuk menetapkan prioritas pembangunan pada tahun 2026 dan yang akan datang.
“Kegiatan baru-baru ini selesai, musyawarah perencanaan pembangunan biasanya terkait dengan perencanaan 2027 atau nanti dipilih kelurahan. Jadi, musyawarah perencanaan secara formal kita anggarkan dikelola dari kelurahan. Kita mendiskusikan apa yang nanti kita laksanakan kegiatan untuk pembangunan 2027, menggunakan dua alokasi anggaran,” paparnya, Jumat (16/1).
Lebih lanjut, imbuhnya, yang satu dari dana kelurahan yang ditampung oleh kecamatan. “Semisal dari kelurahan A berapa terus digunakan untuk pembangunan fisik, bisa jalan lingkungan, ada betonisasi saluran atau pembuatan sumur, itu. Jika pemberdayaan masyarakat, contohnya ada semacam pengembangan UMKM-nya, ada festival budaya,” jelasnya.
Menurut Sulistyono, kegiatan yang biasanya di awal tahun ada di semua kecamatan rutin. “Jika kaitannya di tahun 2026 ini, kegiatan untuk festival budaya itu kayaknya masih dipending karena efisiensi anggaran. Masih ada penyesuaian. Termasuk, UMKM kalau bisa ukuran besar yang di sini kan ada Sidorejo, Salatiga, penduduknya banyak dan luas wilayahnya. Artinya banyak untuk tiga kelurahan Blotongan, Sidorejo, dan Salatiga,” ungkapnya.
Sulistyono menambahkan untuk pengembangan wisata, saat ini paling menonjol dan berkembang, daerah Sitalang. Termasuk yang paling terkenal di sini sebenarnya Sembir dan Blotongan dengan wisata kulinernya. Ada banyak tempat kuliner sate kambing yang ramai didatangi wisatawan maupun lokal.
