Berlian menekankan kegiatan ini mendukung psikososial, dari segi kesejahteraan RW 13 masyarakat di sini produktifnya tinggi, jadi lebih cenderung sibuk dalam bekerja daripada menimbulkan pertentangan atau perpecahan.
“Harapan saya untuk Salatiga, khususnya daerah yang saya pegang ini tetap menjaga antar umat beragama dan endukung toleransi di Kota Salatiga,” pungkasnya.
Selaras, mantan Anggota DPRD Kota Salatiga Periode 2019-2024 Dwi Indah Widowati menambahkan toleransi di Salatiga ini sangat bagus, bisa dilihat dari RW 13 Pengilon. Tidak hanya umat kristiani yang datang bahkan yang beragama non-kristiani pun ikut hadir dalam acara natal tersebut, itu merupakan implementasi dari rasa menghargai antar umat beragama.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Toleransi di Salatiga saya pikir sangat bagus banget. Kita lihat pada perayaan di RW 13 Pengilon ini aja tidak hanya umat Kristiani yang datang, saya pun sebagai yang beragama non-Kristiani pun juga dating. Itu adalah bagian dari rasa menghormati antar umat beragama,” ungkapnya.
Menurut Dwi, kota-kota di Indonesia ini bisa terus berupaya menjadi kota toleransi, sehingga membuktikan kepada dunia kalau masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang sangat mengedepankan kebebasan beragama, seperti yang diatur dalam Pasal 28E ayat (1), 28E ayat (2), dan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing.
