KANSELIR Jerman Friedrich Merz mengatakan Amerika Serikat (AS) tengah menjauh dari tatanan internasional berbasis aturan dan bergerak menuju kebijakan yang didorong semata oleh kekuatan dan kepentingan nasional. Ia menyerukan agar Eropa lebih tegas dan percaya diri dalam menyikapi perubahan tersebut.
“Kita sedang menyaksikan bahwa sekutu terpenting kita di dunia, dan itu adalah masih Amerika Serikat, sedang berpaling dari tatanan berbasis aturan,” kata Merz saat berbicara dalam sebuah acara Christian Democratic Union (CDU) di Heddesheim, Jumat.
Alih-alih berorientasi pada hukum internasional, Merz menilai arah kebijakan Amerika Serikat kini bergerak “menuju politik yang murni didorong oleh kekuatan dan kepentingan.”
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Dikutip dari TRT World, Sabtu, 17 Januari 2026, ia menekankan bahwa Eropa tidak bisa bersikap pasif atau “mengubur kepala di pasir.” serta tidak dapat berharap bertahan dengan mengambil posisi aman di pinggiran geopolitik. Menurutnya, strategi semacam itu akan gagal.
Menyinggung dinamika hubungan trans-Atlantik di bawah Presiden AS Donald Trump, Merz mengatakan kritik semata tidak akan efektif jika pemerintah AS tetap yakin dengan arah kebijakannya.
“Namun mereka tidak akan memperhatikan kita jika kita mengecilkan diri atau menghindar. Mereka hanya akan menghormati kita jika kita memiliki mitra aliansi di Eropa yang berbicara dengan bahasa yang sama seperti kita,” ujarnya.
