PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa situasi internasional saat ini semakin memburuk dan dunia menjadi lebih berbahaya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya di Kremlin kepada para duta besar baru yang menyerahkan surat kepercayaan, Kamis, 15 Januari 2026.
Putin menilai ketegangan global terus meningkat, dengan konflik lama yang semakin intensif serta munculnya titik-titik krisis baru di berbagai kawasan dunia.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Situasi di panggung internasional semakin memburuk. Saya rasa tidak ada yang akan membantah hal itu, konflik lama semakin meningkat, dan titik-titik rawan baru yang serius terus bermunculan,” ujar Putin sambil tersenyum, seperti dikutip dari Reuters.
Pidato tersebut merupakan pernyataan publik pertama Putin tahun ini terkait kebijakan luar negeri Rusia.
Namun, dalam kesempatan itu ia tidak menyinggung secara langsung Amerika Serikat maupun Presiden AS Donald Trump, serta tetap bungkam mengenai sejumlah isu internasional besar.
Putin belum memberikan komentar publik mengenai penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, gelombang protes di Iran, maupun ancaman Presiden Trump terhadap Greenland.
Meski demikian, Putin melontarkan kritik terhadap negara-negara yang menurutnya menggunakan kekuatan untuk memaksakan kehendak mereka kepada pihak lain.
“Kami mendengar sebuah monolog dari mereka yang, dengan hak berdasarkan kekuatan, menganggap wajar untuk mendikte kehendak mereka, menguliahi pihak lain, dan mengeluarkan perintah,” kata Putin.
Dalam pidatonya, Putin juga menegaskan kembali sikap Rusia terhadap tatanan global dan menyatakan komitmen negaranya terhadap konsep dunia multipolar.
“Rusia dengan tulus berkomitmen pada cita-cita dunia multipolar,” ujarnya.
