Satu Tahun Masa Jabatan Kedua Donald Trump: Tatanan Global Hancur Usai Perang Dunia II

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (RT)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (RT)
0 Komentar

“Kita hidup di dunia, di dunia nyata yang diatur oleh kekuatan, yang diatur oleh paksaan, yang diatur oleh kekuasaan,” kata Miller dalam sebuah wawancara CNN.

Tidak ada tujuan yang lebih tinggi

Amerika Serikat memimpin pembentukan lembaga-lembaga internasional setelah Perang Dunia II, dari Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga NATO. Lembaga itu juga dikecam Trump sebagai tidak adil bagi Amerika Serikat.

Para pemimpin AS sering dituduh munafik, seperti pada 2003 ketika George W. Bush menginvasi Irak setelah melewati Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perbedaannya, kata beberapa pengamat, yaitu Trump jarang sekali berpura-pura mengejar prinsip-prinsip universal yang lebih tinggi seperti mempromosikan demokrasi.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Di Venezuela, saat Rubio dan yang lain telah lama mencap kemenangan Maduro tidak sah setelah laporan tentang kecurangan pemilu yang meluas, Trump menolak oposisi dan ingin bekerja sama dengan wakil presiden Maduro, pemimpin sementara yang baru.

Trump mengatakan prioritasnya ialah mengendalikan minyak Venezuela. Dia akan menggunakan ancaman kekerasan untuk menjaga negara itu tetap patuh.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa pendekatan Amerika saat ini dapat menandai era kolonialisme baru dan imperialisme baru, empat tahun setelah Rusia menginvasi Ukraina.

“Amerika Serikat adalah kekuatan yang mapan, tetapi secara bertahap menjauh dari beberapa sekutunya dan melepaskan diri dari aturan internasional yang masih dipromosikannya baru-baru ini,” kata Macron.

Perubahan permanen

Seorang peneliti di Brookings Institution, Melanie Sisson, mengatakan Amerika Serikat telah lama berhasil tanpa harus menyerang, menaklukkan, dan menginvasi.

“Pada umumnya, kami mampu mencapai tujuan kami, lebih sering daripada tidak, dengan menggunakan alat-alat pengaruh lain, yang dijalankan melalui organisasi dan aliansi internasional,” katanya.

Meskipun Eropa merindukan tatanan liberal, Sisson mengatakan kekuatan-kekuatan lain pasti akan mengikuti jejak Trump dalam mengejar kepentingan pribadi semata.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“Saya rasa tidak akan ada rekonstruksi tatanan internasional usai Perang Dunia II seperti yang mungkin kita kenal,” katanya.

“Itu tidak berarti beberapa prinsip inti dari tatanan tersebut tidak dapat dibentuk kembali, tetapi Trump sedang membentuk kembali politik internasional dengan cara yang akan bertahan lama.”

0 Komentar