Kontroversi 'Agen Federal Bertopeng' Penyebab Gelombang Protes 'ICE Out' di Amerika Serikat

ICE (Immigration and Customs Enforcement) atau Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat
ICE (Immigration and Customs Enforcement) atau Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat
0 Komentar

Gubernur Minnesota Tim Walz dan beberapa anggota kongres bahkan mulai menggunakan istilah keras seperti “Modern-day Gestapo” atau “Secret Police” untuk menggambarkan taktik agen ICE yang menggunakan masker dan pakaian sipil.

Dampak sosial dari operasi ICE terasa jauh melampaui pusat penahanan. Keberadaannya menciptakan iklim ketakutan yang meluas, tidak hanya bagi imigran tidak berdokumen, tetapi juga bagi komunitas imigran legal dan bahkan warga negara Amerika Serikat.

Tuduhan praktik racial profiling kerap muncul, terutama dari warga keturunan Latin dan Asia yang mengaku sering dihentikan dan diminta menunjukkan dokumen hanya berdasarkan penampilan fisik atau aksen. Operasi penangkapan mendadak, terutama di pagi hari, juga kerap memisahkan orang tua dari anak-anak mereka yang merupakan warga negara AS, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan generasi muda.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Secara ekonomi, tindakan tegas ICE mulai menunjukkan efek samping yang signifikan, terutama di negara bagian seperti California dan Texas. Sektor pertanian dan konstruksi menjadi yang paling terdampak, ketika razia besar-besaran membuat pekerja enggan hadir di tempat kerja.

Akibatnya, terjadi gagal panen dan terhentinya proyek-proyek pembangunan. Di sisi lain, biaya operasional ICE yang mencapai miliaran dolar per tahun—yang semakin diperkuat oleh undang-undang baru seperti “One Big Beautiful Bill”—dipertanyakan efektivitasnya, terutama jika dibandingkan dengan potensi penggunaan dana tersebut untuk mempercepat proses pengadilan imigrasi yang selama ini menumpuk.

Reaksi kras muncul dari ACLU (American Civil Liberties Union). “Menuangkan miliaran dolar uang publik ke lembaga penegak hukum yang meneror komunitas kita, sementara menolak memberikan akses kesehatan dan pangan bagi warga, adalah tindakan yang secara moral tidak dapat dipertahankan dan sangat ceroboh,” tekan ACLU lewat press release-nya.

Masalah ICE juga berkembang menjadi konflik konstitusional antara pemerintah federal dan pemerintah daerah. Sejumlah kota besar seperti New York, Chicago, dan Minneapolis mendeklarasikan diri sebagai Sanctuary Cities, menolak bekerja sama dengan ICE dalam proses penangkapan dan deportasi. Sikap ini memicu gesekan hukum yang berkepanjangan, sekaligus memperdalam polarisasi politik di tengah masyarakat Amerika.

0 Komentar