TIM SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga, yang sempat hilang sejak 30 Desember 2025 lalu setelah sebelumnya terkendala cuaca buruk usai ditemukan.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, korban ditemukan pada Rabu (14/1/2026) di sekitar area pos 9, tidak jauh dari batas vegetasi.
“Posisi korban jatuh berada di sisi selatan lereng di jalur turun menuju basecamp Gunung Malang,” katanya di Semarang, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Lokasi tersebut, kata dia, bukan merupakan jalur pendakian korban via basecamp Dipajaya.
Ia menyebut proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan akibat faktor cuaca serta kabut tebal dan baru bisa dilakukan hari ini.
“Evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena faktor keselamatan,” tambahnya.
Menurut dia, tim SAR mengevakuasi korban dari jurang sedalam 20 meter.
Ia menuturkan kondisi jenazah korban ditemukan dalam kondisi utuh.
Jenazah, lanjut dia, dievakuasi basecamp Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga.
Adapun penyebab kematian korban, kata dia, hal tersebut akan disampaikan oleh petugas dari Rumah Sakit Goeteng Purbalingga.
Sebelumnya, seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak 30 Desember 2025.
Siswa SMAN 5 Magelang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 16 hari pencarian.
